Suara Paslon 2 di Sirekap Berbeda dari C1, Ketua KPPS 106 Cengkareng Barat Buka Suara
Minggu, 18 Februari 2024 - 07:44 WIB
loading...
Tangkapan layar video memperlihatkan pasangan capres-cawapres Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka yang mendapatkan 124 suara di lembar C1 berubah menjadi 713 suara pada aplikasi Sirekap KPU. FOTO/X/@DarsAlexandra1
A
A
A
JAKARTA - Sebuah video viral di media sosial mengabarkan adanya kekeliruan data suara di Tempat Pemungutan Suara (TPS) 106 Cengkareng Barat, Jakarta. Dalam video itu, pasangan calon presiden dan wakil presiden (capres-cawapres) Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka yang mendapatkan 124 suara di lembar formulir C1 berubah menjadi 713 suara pada aplikasi Sirekap KPU.
Ketua KPPS TPS 106 Cengkareng Barat Wahyu membenarkan bahwa video yang viral tersebut terjadi di TPS 106 Cengkareng Barat tempatnya bertugas. Menurutnya, kesalahan data suara itu terjadi pada sistem Sirekap KPU.
"Kronologinya ya kami meng-upload ke capres dan cawapres. Itu kan kami enggak pegang Sirekap satu ya. KPPS dua yang pegang, karena saya ketua, saya sibuk banyak yang tanda tangan saksi, gitu-gitu," kata Wahyu kepada MNC Portal Indonesia, Sabtu (17/2/2024).
"Kemudian teman saya yang upload gitu. Ketika peng-upload-an itu ya memang datanya seperti itu. Datanya tidak bisa diedit, tidak bisa diubah. Itu saja sih," imbuhnya.
Melihat adanya perbedaan data antara C1 dan Sirekap, Wahyu tidak tinggal diam. Ia langsung bergegas mengonfirmasi masalah tersebut pada KPPS Kelurahan.
"Lalu, yang saya lakukan saya ke KPPS Kelurahan. Saya tanya, KPPS Kelurahan menyarankan untuk meng-upload (perbedaan data) ke KPU telegram, sudah saya upload foto-foto itu ke telegram, sudah selesai," tutur Wahyu.
Ketua KPPS TPS 106 Cengkareng Barat Wahyu membenarkan bahwa video yang viral tersebut terjadi di TPS 106 Cengkareng Barat tempatnya bertugas. Menurutnya, kesalahan data suara itu terjadi pada sistem Sirekap KPU.
"Kronologinya ya kami meng-upload ke capres dan cawapres. Itu kan kami enggak pegang Sirekap satu ya. KPPS dua yang pegang, karena saya ketua, saya sibuk banyak yang tanda tangan saksi, gitu-gitu," kata Wahyu kepada MNC Portal Indonesia, Sabtu (17/2/2024).
"Kemudian teman saya yang upload gitu. Ketika peng-upload-an itu ya memang datanya seperti itu. Datanya tidak bisa diedit, tidak bisa diubah. Itu saja sih," imbuhnya.
Melihat adanya perbedaan data antara C1 dan Sirekap, Wahyu tidak tinggal diam. Ia langsung bergegas mengonfirmasi masalah tersebut pada KPPS Kelurahan.
"Lalu, yang saya lakukan saya ke KPPS Kelurahan. Saya tanya, KPPS Kelurahan menyarankan untuk meng-upload (perbedaan data) ke KPU telegram, sudah saya upload foto-foto itu ke telegram, sudah selesai," tutur Wahyu.
Lihat Juga :