Jangan Asal Pilih Pemimpin, Caleg Perindo Dean Desvi: Gunakan Hati dan Cinta
Rabu, 14 Februari 2024 - 11:41 WIB
loading...
Calon Legislatif (Caleg) DPR RI Partai Perindo Jabar 8 Dean Desvi. Foto/MPI/Muhammad Sukardi.
A
A
A
TANGERANG - Peran suara pemilih dalam Pemilihan Umum ( Pemilu ) merupakan hal penting penentu jalannya pemerintahan 5 tahun ke depan. Maka memilih calon pemimpin dalam Pemilu 2024 ini pun tidak boleh sembarangan.
Oleh karena itu, Calon Legislatif (Caleg) DPR RI Partai Perindo Jabar 8 Dean Desvi mengajak warga Tangerang untuk menggunakan hak suaranya di Pemilu 2024 ini sesuai dengan hati dan pakai cinta.
Baca juga: Hari Pencoblosan Pemilu 2024, Ada Nuansa Penuh Cinta di TPS 15 Kunciran
Menurut Dean, itu penting karena dalam memilih pemimpin dasar utamanya adalah cinta pada NKRI. Dengan begitu, pemimpin yang dipilih tidak asal-asalan.
"Kalau milih menggunakan cinta akan menyelamatkan Indonesia 5 tahun ke depan," kata Dean saat ditemui langsung di TPS 15 Kecamatan Pinang, Kota Tangerang, Rabu (14/2/2024).
Baca juga: Selesai Mencoblos di TPS 11 Lempongsari, Ganjar: Sisanya Urusan yang di Atas
Artis 'Tukang Bubur Naik Haji' yang juga dosen Komunikasi Bisnis dan Psikologi itu menambahkan bahwa dalam memilih pemimpin legislatif dan presiden, masyarakat harus 'smart'.
Oleh karena itu, Calon Legislatif (Caleg) DPR RI Partai Perindo Jabar 8 Dean Desvi mengajak warga Tangerang untuk menggunakan hak suaranya di Pemilu 2024 ini sesuai dengan hati dan pakai cinta.
Baca juga: Hari Pencoblosan Pemilu 2024, Ada Nuansa Penuh Cinta di TPS 15 Kunciran
Menurut Dean, itu penting karena dalam memilih pemimpin dasar utamanya adalah cinta pada NKRI. Dengan begitu, pemimpin yang dipilih tidak asal-asalan.
"Kalau milih menggunakan cinta akan menyelamatkan Indonesia 5 tahun ke depan," kata Dean saat ditemui langsung di TPS 15 Kecamatan Pinang, Kota Tangerang, Rabu (14/2/2024).
Baca juga: Selesai Mencoblos di TPS 11 Lempongsari, Ganjar: Sisanya Urusan yang di Atas
Artis 'Tukang Bubur Naik Haji' yang juga dosen Komunikasi Bisnis dan Psikologi itu menambahkan bahwa dalam memilih pemimpin legislatif dan presiden, masyarakat harus 'smart'.
Lihat Juga :