alexametrics

Puluhan Ribu SKTM Dicoret, Kuota SMA Negeri di Jateng Tak Terpenuhi

loading...
Puluhan Ribu SKTM Dicoret, Kuota SMA Negeri di Jateng Tak Terpenuhi
Kuota SMA Negeri di Jawa Tengah mengalami kekurangan siswa pascadicoretnya lebih dari 78 ribu pengguna surat keterangan tidak mampu (SKTM) palsu pada PPDB online. Ilustrasi SKTM/Dok SINDOnews
A+ A-
SEMARANG - Masalah baru muncul pascadicoretnya lebih dari 78 ribu pengguna surat keterangan tidak mampu (SKTM) palsu pada Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) online. Dimana SMA Negeri di Jawa Tengah mengalami kekurangan siswa karena kuota tidak terpenuhi. Berdasar data Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Jateng, kuota bangku SMA negeri tersedia 113.325.

Semula, jumlah pendaftar yang  melalui jalur PPDB tembus 113.092 anak. Dari jumlah tersebut, ada 62.456 anak yang menggunakan SKTM. Sedangkan sebanyak 50.636 anak yang terdaftar di luar jalur tiket emas kartu miskin.

Sesuai jadwal PPDB Online, pendaftaran calon siswa sudah ditutup. Hingga Rabu (11/7/2018) malam, seharusnya sudah keluar pengumuman hasil PPDB online.  Sedangkan untuk SMK negeri, diketahui jumlah pendaftar memang lebih banyak dibandingkan kuota, yakni 108.460 siswa dengan kuota 98.486. Pengguna SKTM sebanyak 86.436 yang masuk seleksi 44.320 atau dengan presentase sekitar 45%.

“Ya mau tidak mau, pengguna SKTM bodong agar bisa masuk ke sekolah negeri favorit tanpa mempertimbangkan nilai, memang harus diberantas,” tegas Kepala Disdikbud Jateng, Gatot Bambang Hastowo, Kamis (12/7/2018). Menurutnya, ada beberapa sekolah yang menggandeng pihak kepolisian untuk menerangkan terkait dengan konsekuensi hukum apabila menggunakan data palsu.

“Memang seharusnya bekerjasama dengan pihak Polsek atau Polres setempat, untuk menjelaskan karena yang lebih paham tentang aturan hukumnya. Seperti SMA 1 Boyolali. Hasilnya, setelah orang tua dikumpulkan, ada yang menarik SKTM,” ungkapnya. 
(sms)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak