alexametrics

Wabup Kobar Sambut Rombongan Menhut Korsel di Pangkalan Bun

loading...
Wabup Kobar Sambut Rombongan Menhut Korsel di Pangkalan Bun
Menteri Kehutanan Korea Selatan Kim Jae Hyun didampingi Duta Besar Korsel untuk Indonesia Kim Chang Beom saat mengunjungi Pangkalan Bun, Kotawaringin Barat (Kobar), Kalteng, Rabu (11/7/2018). Foto iNews TV/Sigit D
A+ A-
PANGKALAN BUN - Menteri Kehutanan (Menhut) Korea Selatan (Korsel)  Kim Jae Hyun yang didampingi Duta Besar Korsel untuk Indonesia Kim Chang Beom, mengunjungi Pangkalan Bun, Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar), Kalteng, Rabu (11/7/2018). Mereka tiba di Bandara Iskandar Pangkalan Bun sekira pukul 12.00 WIB menggunakan pesawat komersil Trigana Air dari Jakarta.

Kedatangan mereka untuk meninjau perusahaan dari Korea Selatan (Korsel) yang menanamkan investasi di Indonesia, khususnya di bidang kehutanan.

Kedatangan rombongan menteri ini disambut oleh Wakil Bupati (Wabup) Kobar Ahmadi Riansyah dan senator asal Kabupaten Kobar, Hamdhani.
 
Saat diwawancara sejumlah wartwan, Menhut Korsel mengatakan, di Indonesia terdapat 16 perusahaan asal Korsel yang berinvestasi di Indonesia dalam bidang kehutanan.

"Intinya saya akan meninjau bagaimana berbagai perusahaan tersebut menjalankan bisnisnya," jelas Menhut Korsel melalui penerjemahnya di Bandara Iskandar Pangkalan Bun.

Menurutnya, sebelum mengunjungi Kabupaten Kobar, dia juga mengunjungi lokasi lain yang terdapat perusahaan kerjasama Indonesia dan Korea Selatan.

"Lokasi lain tersebut adalah Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB). Sebelum itu kami juga mengadakan pertemuan dengan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan RI Ibu Siti Nurbaya guna membahas isu-isu lingkugan yang ada di kedua negara.”

Sementara itu, Wabup Kobar Ahmadi Riansyah mengatakan, kunjungan menteri Kehutanan Korsel di Pangkalan Bun ini sifatnya tidak formal. Hanya sebatas kunjungan biasa yang sekaligus melihat perusahaan yang ada investasi dari Korea Selatan.

“Di Kobar ini ada perusahaan Korindo (Korea Indonesia) yang sudah lama beroperasi di sini. Perusahaan kayu itu yang akan dipantau menteri. Secara detail kerjasama Korsel-Indonesia itu yang berwenang pemerintah pusat. Kalau kita di sini sifatnya menyambut kedatangannya saja,” tandasnya.
(sms)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak