alexametrics

Dilarang Berlayar, Anggota Dewan Nyaris Adu Jotos dengan Kepala Syahbandar

loading...
Dilarang Berlayar, Anggota Dewan Nyaris Adu Jotos dengan Kepala Syahbandar
Anggota DPRD Sikka nyaris adu jotos dengan Kepala Syahbandar Maumere Yohanis Kumanireng saat razia penumpang kapal di Pelabuhan Maumere, NTT. Foto/Istimewa .
A+ A-
SIKKA - Anggota DPRD Sikka, Nusa Tenggara Timur (NTT) nyaris adu jotos dengan Kepala Syahbandar Maumere Yohanis Kumanireng saat razia penumpang kapal, Senin (9/7/2018).Sebuah kapal tradisional dilarang berlayar karena penumpangnya melebihi kapasitas. Pertengkaran antara dua orang ini terjadi di Pelabuhan Laurens Say Maumere. Puluhan penumpang menonton cekcok di antara keduanya. Untungnya dalam kejadian itu tidak terjadi kekerasan fisik.
Syarifuddin mengenakan pakaian safari dengan pin DPRD pada bagian kiri baju. Sementara Yohanis Kumanireng mengenakan pakaian seragam resmi Syahbandar. Pertengkaran antara Syarifuddin dan Yohanis Kumanireng bermula dari adanya kapal yang akan berlayar dari Maumere menuju Pemana.Jumlah penumpang yang tertera pada manifest sebanyak 30 orang. Namun, kenyataannya terdapat lebih dari 70 penumpang. Otoritas Pelabuhan Maumere mengkhawatirkan terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan.
Melihat realitas ini, KSOP Maumere melarang kapal tersebut berlayar guna menghindari terjadinya kecelakaan lalulintas laut. Ini dilakukan sesuai instruksi atasan menyusul terjadi peristiwa tenggelamnya kapal motor di Selayar dan Danau Toba beberapa waktu lalu.

“Kami sudah ajak nahkoda untuk berbicara soal masalah ini supaya masalah yang di Selayar dan Danau Toba tidak terjadi daerah kita. Ternyata datang anggota dewan ini dan dia marah-marah kami tetap melarang tidak boleh berlayar,” tegas Yohanis Kumanireng.

Pengawasan yang dilakukan KSOP Maumere justru membuat Syarifuddin marah. Dia membawa-bawa nama lembaga DPRD yang fungsinya juga melakukan pengawasan. Syarifuddin menyesalkan sikap KSOP Maumere yang melarang kapal berlayar. Dia mempertanyakan bentuk pengawasan KSOP Maumere yang dinilai menilai terjadi diskriminasi. Sebab, sebelumnya banyak kapal motor dengan kapasitas penumpang melebihi manifest justru dibiarkan berlayar.



“Selama ini kapal motor muat penumpang lebih tapi bisa berlayar kenapa baru hari ini tidak lolos dan itu tanda tanya buat saya. Itu artinya selama ini tidak ada pengawasan. Kasihan ini masyarakat sudah lapar, saya ini anggota dewan dari Pemana loh,” ungkap Syarifuddin.

Pertengkaran antara dua orang ini akhirnya diselesaikan secara baik di Kantor KSOP Maumere. Yohanis Kumanireng memberikan penjelasan dan pemahaman tentang keselamatan berlayar dan kemudian dipahami oleh Syarifuddin. Akhirnya, kapal motor tersebut tetap tidak bisa berlayar dengan kapasitas penumpang yang melebihi manifest.
(rhs)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak