alexametrics

MCK di Monumen Palagan Sambi Alih Fungsi Jadi Gudang, Satpol PP Geram

loading...
MCK di Monumen Palagan Sambi Alih Fungsi Jadi Gudang, Satpol PP Geram
MCK yang alih fungsi jadi gudang barang. Foto/Istimewa
A+ A-
PANGKALAN BUN - Bangunan mandi cuci kakus (MCK) yang terletak di lokasi wisata Monumen Palagan Sambi, Pangkalan Bun, Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar), Kalimantan Tengah beralih fungsi menjadi gudang barang. Hal ini membuat petugas Satpol PP dan Damkar Kobar geram.

Hal ini baru diketahui petugas pascapembongkaran bangunan semipermanen di kawasan Monumen Palagan Sambi pada 9 Juli 2018. "Kemarin kita kan membongkar bangunan liar di kawasan itu, kita lihat kenapa MCK ini ditulis 'Ditutup'. Kan sayang, setelah kita cek ternyata semua pintu kamar mandi dan WC terkunci," ujar Kasi Operasi Dinas Satpol PP Kobar, M Roiz kepada MNC Media, Selasa (10/7/2018).

Selanjutnya, petugas mencari tahu siapa yang menyimpan kunci kamar mandi tersebut. Ternyata, yang menyimpan penjaga kawasan Monumen Palagan Sambi. "Setelah kita buka, isinya meja, kursi, dan peralatan tenda milik PKL yang mangkal di situ. Diduga ada preman atau oknum yang mengondisikan hal tersebut."

Hal ini pun langsung dilaporkan ke Kepala Satpol untuk tindaklanjut supaya MCK itu ke depan tidak disalahfungsikan. "Yang ada malah para PKL diduga mencuri listrik di MCK itu untuk menerangi warung-warungnya. Habis ini kita kunci dan tidak boleh lagi dipakai u menyimpan barang. Harus kembali sesuai fungsinya."

Untuk diketahui, bangunan MCK berwarna oranye tersebut merupakan hibah dari sebuah bank dan diserahkan kepada Pemkab Kobar sekitar 5 tahun silam. MCK ini sebenarnya dibuat untuk fasilitas umum, sebagai sarana MCK wisatawan atau warga untuk buang air kecil dan besar. Namun sudah dua tahun terakhir diduga sudah alih fungsi menjadi gudang barang PKL yang berjualan di kawasan Monumen Palagan Sambi.
(zik)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak