alexametrics

Cerita Pagi

Sejarah Terbentuknya Danau Toba dan Pulau-pulaunya

loading...
Sejarah Terbentuknya Danau Toba dan Pulau-pulaunya
Keindahan alam Danau Toba menjadi daya tarik wisatawan lokal maupun mancanegara. Foto/Istimewa
A+ A-
Danau Toba merupakan tempat wisata yang sering dikunjungi di Sumatera Utara karena keindahan alamnya. Belakangan, danau ini menjadi sorotan publik menyusul tenggelamnya KM Sinar Bangun, Senin sore (18/6/2018). Sebanyak 184 penumpangya dinyatakan hilang, tiga meninggal dan 19 orang selamat dalam peristiwa itu.

Keluarga korban dan publik Indonesia tentu sangat terpukul. Apalagi bangkai kapal dan korbannya tidak bisa dievakuasi karena alasan kedalaman danau terbesar di Asia Tenggara itu.

Bagaimana asal usul dan sejarah Danau Toba ini? Cerita Pagi kali ini akan mengulasnya dari beberapa sumber dan penelitian para ahli. Danau ini terletak di tengah-tengah provinsi Sumatera Utara dan dikelilingi tujuh kabupaten yaitu, Kabupaten Samosir, Simalungun, Humbang Hasundutan, Dairi, Karo dan Toba Samosir, dan Tapanuli Utara.

Danau tekto-vulkanik ini merupakan danau terbesar di Asia Tenggara karena memiliki panjang 87 kilometer, lebar 27 kilometer, lokasi ketinggian 904 meter di atas permukaan laut. Dan kedalamannya mencapai 505 meter.

Secara geografis, Danau Toba berada pada koordinat 980,300 s/d 990,010 Bujur Timur dan 20,240 s/d 20,480 Lintang Utara. Danau ini dikategorikan sebagai daerah beriklim tropis basah dengan tipe iklim C sampai E, suhunya berkisar antara 170-290 C dan kelembapan udara rata-rata 85,04 persen.

Dari Danau Toba ini, mengalir sebuah sungai besar yaitu sungai Asahan. Sungai ini mengalir ke dataran rendah sampai ke daerah perairan selat Malaka di timur pulau Sumatera. Derasnya aliran sungai ini pada akhirnya dimanfaatkan pemerintah sebagai Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA).

Awal Terbentuknya Danau Toba
Menurut sejarah, Danau Toba sebelumnya adalah gunung berapi yang disebut gunung Toba. Informasi yang dikutip dari sejarahlengkap.com menyebutkan, gunung ini memiliki kantong magma sangat besar yang jika meletus akan menghasilkan daya ledak yang sangat tinggi.

Kantong magma Gunung Toba disuplai oleh banyaknya lelehan sediman lempeng benua yang saling bergesek secara hiperaktif, yaitu lempeng Indo-Australia yang mengandung banyak sedimen, dan lempeng Eurasia yang menjadi tempat duduknya Pulau Sumatera. Letak kedua lempeng itu berada di kedalaman 150 km di bawah bumi.

Gesekan lempeng Indo-Australia dan Eurasia menghasilkan panas sehingga melelehkan bebatuan. lelehan tersebut kemudian naik ke atas sebagai magma. Oleh karena seringnya kedua lempeng ini bergesekan, magma yang dihasilkan cukup banyak sehingga dapat menciptakan ledakan yang begitu dahsyat.

Dari beberapa literatur, tercatat bahwa Gunung Toba pernah meletus tiga kali. Pertama, letusan pertama gunung Toba terjadi sekitar 800 ribu tahun yang lalu dan membentuk kaldera di selatan Danau Toba, meliputi daerah Porsea dan Prapat.

Kedua, Letusan kedua terjadi sekitar 500 ribu tahun yang lalu dan menghasilkan kaldera di utara Danau Toba, yaitu daerah antara Haranggaol dengan Silalahi.

Ketiga, Gunung Toba terakhir meletus pada 74.000 tahun lalu. Letusan terakhir ini disebut-sebut sebagai letusan paling dahsyat dalam sejarah Dunia. Meskipun sama sekali tidak tercatat di dalam buku, namun bukti-bukti ilmiahnya bisa ditemukan di masa kini.

Para ahli memperkirakan letusan gunung Toba menghasilkan ledakan supervulkanik dengan skala sekitar 8.0 Volcanic Explosivity Index (VEI). Jika dibuat perbandingan, ledakan bom nuklir di Hiroshima dan Nagasaki memiliki daya ledak 0,015 megaton TNT, letusan gunung Krakatau berdaya ledak 150 megaton TNT, maka letusan gunung Toba diperkirakan berdaya ledak 26000 megaton TNT dan mampu menghancurkan area Sumatera seluas sekitar 20.000 km2.
halaman ke-1 dari 3
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak