alexametrics

Data Sementara KPU, Rindu Unggul dari Asyik

loading...
Data Sementara KPU, Rindu Unggul dari Asyik
Ilustrasi/SINDOnews
A+ A-
BANDUNG - Penghitungan suara Pilgub Jabar 2018 yang masuk ke KPU Jabar masih terus berlangsung, Jumat (29/6/2018). Hingga pukul 12.44 WIB, suara di KPU baru mencapai 91,77 persen, berasal dari 68.792 dari total 74.962 TPS yang tersebar di Jabar dengan total suara yang sah sebanyak 20.163.416 pemilih.

Berdasarkan data yang terlihat di situs KPU Jabar, perolehan suara sementara masih diungguli pasangan Ridwan Kamil-Uu Ruzhanul UIum (Rindu) dengan total suara 6.708.115 atau sebesar 33,19 persen. Disusul pasangan Sudrajat-Ahmad Syaikhu (Asyik) dengan raihan suara 5.732.376 atau 28,36 persen.

Kemudian di urutan ketiga pasangan Deddy Mizwar-Dedi Mulyadi (Deddy-Dedi) dengan raihan suara mencapai 5.232.927 atau 25,89 persen. Di posisi akhir adalah pasangan TB Hasanudin-Anton Charliyan (Hasanah) dengan perolehan suara 2.540.166 atau 12,57 persen.



Proses real count yang dilakukan KPU Jabar ini akan terus dilakukan hingga angka penghitungan mencapai 100 persen. Dalam pelaksanaan Pilkada Serentak 2018 kali ini, KPU mengklaim angka partisipasi pemilih mencapai 71,12 persen.

Melihat perolehan data sementara hasil real count KPU, Pasangan Rindu unggul di 14 kabupaten/kota. Daerah yang menjadi basis suara Ridwan Kamil ini berada di Kabupaten Bandung (41,6 persen), Bandung Barat (40,1), Ciamis (36,4 persen), Cianjur (32,8 persen), Cirebon (30,7 persen), Garut (36,4 persen), Indramayu (41,2 persen), Kuningan (31,5 persen), Sumedang (38,9 persen), dan Tasikmalaya (39,8 persen).

Selain itu, Pasangan Rindu juga unggul di wilayah Kota Bandung (51,2 persen), Banjar (34,1 persen), Cimahi (46,8 persen), dan Cirebon (33,9 persen).

Sedangkan Pasangan Sudrajat-Ahmad Syaikhu (Asyik) unggul di delapan kota/Kabupaten. Berdasarkan data, pasangan Asyik unggul dan menguasai suara di Kabupaten Bekasi (42,3 persen), Kabupaten Bogor (35,8 persen), dan Kabupaten Sukabumi (34,2 persen).

Pasangan Asyik unggul di Kota Bekasi (35,2 persen), Kota Bogor (34,4 persen), Depok (44,1 persen), Kota Sukabumi (34,3 persen), dan Kota Tasikmalaya (43,5 persen). (Baca juga: Suara Asyik Melejit, Ridwan Kamil: Saya Tidak Tahu Metode Apa yang Digunakan).

Hitung cepat dibuat untuk memberikan pelayanan kepada masyarakat untuk mengetahui hasil Pilkada Serentak 27 Juni 2018 secara cepat dan transparan di seluruh wilayah yang menyelenggarakan Pilkada. Data hasil pada hitung cepat berdasarkan entri Model C1 apa adanya. Hasil pada hitung cepat merupakan hasil sementara dan tidak bersifat final. Jika terdapat kesalahan pada model C1, akan dilakukan perbaikan pada proses rekapitulasi di tingkat atasnya.
(zik)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak