alexametrics

Survei Melenceng Jauh, Asyik Yakin Unggul di Real Count KPU

loading...
Survei Melenceng Jauh, Asyik Yakin Unggul di Real Count KPU
Pasangan Calon (Paslon) Gubernur-Wakil Gubernur Jabar Sudrajat-Ahmad Syaikhu (Asyik). Foto/Istimewa
A+ A-
BANDUNG - Hasil survei Pemilihan Gubernur (Pilgub) Jawa Barat 2018 yang melenceng jauh dari fakta hitung cepat (quick count), memicu mosi tidak percaya Tim Pemenangan Pasangan Calon (Paslon) Gubernur-Wakil Gubernur Jabar Sudrajat-Ahmad Syaikhu (Asyik) kepada sejumlah lembaga survei.

Diketahui, paslon Asyik memberikan kejutan pada hasil quick count yang digelar sejumlah lembaga survei dan disiarkan langsung sejumlah lembaga televisi nasional tersebut.

Paslon nomor urut 3 itu sukses menyalip paslon Deddy Mizwar-Dedi Mulyadi (Deddy-Dedi) dan membayangi paslon Ridwan Kamil-Uu Ruzhanul Ulum (Rindu) dengan margin yang sangat tipis.



Ketua Tim Pemenangan Asyik Haru Suandharu menegaskan, lembaga-lembaga survei telah menyesatkan masyarakat Jabar lewat data hasil survei yang mereka paparkan. Bahkan, Haru menilai, lembaga-lembaga survei yang menyesatkan tersebut perlu dibekukan izin usahanya.

"Dalam banyak survei, Asyik dinyatakan hanya memperoleh (elektabilitas) 7 persen, sementara saat quick count nyatanya Asyik bisa mencapai kisaran 29 persen," jelas Haru, Kamis (28/6/2018).

Dengan kondisi tersebut, lanjut Haru, pihaknya pun meragukan hasil quick count yang telah digelar sejumlah lembaga survei dan disiarkan langsung sejumlah televisi nasional itu tak lama setelah pencoblosan, Rabu (27/6/2018) kemarin. "Apalagi, lembaga survei sudah banyak offside dalam data yang disampaikan," ujarnya. (Baca juga: Hasil Survei Bulan Juni, 4 Lembaga Survei Menangkan Rindu).

Terlebih, berdasarkan hasil penghitungan suara (real count) yang dilakukan oleh internal Partai Keadilan Sejahtera (PKS) hingga menjelang tengah malam kemarin, paslon yang diusung Gerindra, PKS, dan PAN itu unggul atas pemenang quick count versi lembaga survei, Rindu.

"Hingga pukul 23.45 kemarin, Asyik unggul dengan 33,1 persen. Perjalanan menuju Gedung Sate masih panjang. Buktinya, hasil real count internal PKS menunjukkan Asyik unggul atas pasangan lainnya," beber Haru.

Haru melanjutkan, data real count PKS tersebut direkap dari para saksi di berbagai daerah yang mengacu pada data yang tercantum dalam formulir C1 dengan jumlah suara yang masuk 32,6 persen.

Selain Asyik, data menunjukkan paslon lainnya yakni Rindu di angka 29,4 persen, Deddy-Dedi 25,8 persen, dan Tubagus Hasanudin-Anton Charliyan (Hasanah) 11,7 persen.

"Berdasarkan data tersebut, kami yakin, Asyik trennya masih naik. Jadi, pasangan Rindu jangan terburu-buru melakukan klaim kemenangan karena data berbicara lain," katanya.

Apalagi, kata Haru, saat ini, Komisi Pemilihan Umum (KPU) di 16 kabupaten/kota juga masih fokus melakukan penghitungan suara pemilihan bupati (pilbup) dan pemilihan wali kota (pilwalkot).

Haru juga mengimbau seluruh paslon yang bertarung di Pilgub Jabar 2018 agar menahan diri dan sabar menunggu hasil penghitungan manual atau real count dari KPU. "Kami masih yakin Asyik-lah yang akan memenangkan Pilkada Jabar ini," tandas Haru.
(zik)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak