alexametrics

Dikeroyok Pemuda Mabuk, Pelajar di Blitar Kritis

loading...
Dikeroyok Pemuda Mabuk, Pelajar di Blitar Kritis
Polisi menunjukkan barang bukti yang dilakukan lima pemuda mabuk untuk mengeroyok pelajar hingga kritis di Blitas, Jatim. Foto/Solichan Arif/KORAN SINDO
A+ A-
BLITAR - Seorang pelajar asal Desa Gembongan, Kecamatan Ponggok, Kabupaten Blitar, Jawa Timur, kritis setelah dihantam oleh bongkahan coran semen. Pelajar yang diketahui berinisial AP (17), dikeroyok lima pemuda mabuk lantaran tatapannya dianggap pelaku menantang.

Kasat Reskrim Polres Blitar Kota, AKP Heri Sugiono mengatakan, selain dihantam coran semen, korban juga dihantam gitar. Namun, kata dia, akibat hantaman coran semen itu yang membuat korban jadi kritis.

"Akibat retak di kepala, korban dalam keadaan kritis," ujar Heri Sugiono di Blitar, Jawa Timur, Jumat 22 Juni 2018.

Oleh warga setempat langsung dilarikan ke rumah sakit. Dalam perawatan diketahui jari kiri korban juga putus. Diduga akibat sabetan benda tajam.



Insiden terjadi di sekitar rumah kosong di Dusun Cangkring Desa Gembongan. Informasi yang dihimpun, korban melintas saat para pelaku berpesta minuman keras. Kelima pelaku adalah Lufna Asmara (30), Komsin (23), Gasur (37), Yon dan Tri. Semuanya warga Desa Bacem Kecamatan Ponggok. Mereka marah melihat tatapan mata korban yang seperti menantang.

Tak ayal korban langsung diserang hingga tak sadarkan diri. Menurut Heri tiga orang pelaku yakni, Lufna, Komsin dan Gasur langsung diamankan. Mereka ditangkap seusai kejadian. Sedangkan Yon dan Tri masih dalam pencarian. Keduanya berhasil kabur saat hendak diamankan.

"Para pelaku dijerat Pasal 80 ayat 2 UU RI No 35 tahun 2014 tentang perlindungan anak. Mereka terancam hukuman minimal 5 tahun penjara," tegas Heri.

Sebagai barang bukti petugas mengamankan sebuah gitar yang hancur, bongkahan cor semen, botol air mineral dan pakaian korban yang berlumuran darah.

Di depan petugas kepolisian Gasur, salah seorang pelaku mengakui perbuatannya. Di bawah pengaruh alkohol dia mengatakan tersinggung melihat tatapan korban seperti memelototi mereka.

"Dengan dipelototi itu kami merasa telah dihina," ujarnya kepada petugas.
(mhd)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak