alexametrics

Tak Lagi Gunakan Motor, Penumpang Bus dari Cicaheum ke Timur Naik 19%

loading...
Tak Lagi Gunakan Motor, Penumpang Bus dari Cicaheum ke Timur Naik 19%
Suasana bus di Terminal Cicaheum, Kota Kota Bandung. Penumpang tahun ini tercatat naik 19%. Foto/SINDOnews/Arif Budianto
A+ A-
BANDUNG - Volume penumpang bus di Terminal Cicaheum tercatat naik 19% dibanding tahun lalu. Kenaikan tersebut didominasi penumpang dengan tujuan Jawa Tengah dan Jawa Timur.

Kepala Terminal Cicaheum Bandung, Roni Hermanto mengatakan dari H-7 sampai H+4, jumlah penumpang dari Terminal Cicahuem naik 19% menjadi 42.367 orang dari 2017 sebanyak 35.354 orang. Lebih dari 50% adalah penumpang dari dan ke timur seperti Purwokerto, Wonosobo, Solo, Yogyakarta, Semarang, dan lainnya.

“Kenaikan penumpang di Cicaheum di luar prediksi kami. Ternyata volume penumpang naik. Berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya yang justru turun,” ujar Roni ketika ditemui di kantornya, Terminal Cicaheum, Kota Bandung, Kamis (21/6/2018).



Dia memprediksi, kenaikan volume penumpang di Terminal Cicaheum dipengaruhi libur panjang dan kondisi ekonomi masyarakat yang membaik. Sehingga mereka memilih menggunakan bus ketimbang sepeda motor. Sebelum arus mudik pihaknya juga gencar menyosialisasikan penggunaan bus pada arus mudik.

Lebih lanjut, dia menjelaskan, hingga H+5 Lebaran arus balik ke Terminal Cicaheum terpantau landai. Mayoritas penumpang terun di pool bus atau di jalan, sehingga hanya sedikit yang sampai terminal. Walaupun, kata dia, puncak arus kedatangan terjadi pada H+4 dengan penumpang lebih dari 2.800 orang.

“Kalau kedatangan sulit dihitung. Karena banyak yang turun di jalan. Selain itu, mayoritas pemudik yang pulang ke timur, tinggal lama di kampung halaman. Jadi kalau kedatangan mayoritas dari dalam provinsi seperti Cirebon, Pangandaran, Kuningan, dan Tasikmalaya,” beber dia.

Dari sisi armada, di Terminal Cicaheum terdapat 221 armada. 108 bus melayani perjalanan antar kota antar provinsi (AKAP) dan 83 bus melayani perjalanan dalam kota dalam provinsi (AKDP). 30 bus lainnya armada cadangan.
(kri)
preload video
loading...
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak