alexametrics

Tingkat Kriminalitas di Bandung Diklaim Turun selama Ramadhan

loading...
Tingkat Kriminalitas di Bandung Diklaim Turun selama Ramadhan
Polrestabes Bandung mengklaim angka kriminalitas menurun turun 31% dari 207 kasus sebelum Ramadhan, menjadi 178 kasus selama bulan Ramadhan. Foto/Ilustrasi/SINDOnews
A+ A-
BANDUNG - Polrestabes Bandung mengklaim angka kriminalitas menurun turun 31% dari 207 kasus sebelum Ramadhan, menjadi 178 kasus selama bulan Ramadhan. Angka kriminalitas dapat ditekan berkat pengerahan personel di semua wilayah dan patroli skala besar ke setiap penjuru Kota Bandung.

“Jumlah tindak kejahatan pencurian dengan kekerasan (curas), pencurian dengan pemberatan (curat), dan pencurian kendaraan bermotor (curanmor) atau C3, sebelum Ramadhan 27 kasus, selama bulan Ramadhan 17 kasus. Jadi sejak digelar Operasi Ketupat Lodaya 2018, secara umum kriminalitas di Kota Bandung menurun," ujar Kapolrestabes Bandung Kombes Hendro Pandowo di Mapolrestabes Bandung, Jalan Jawa, Kota Bandung, Jabar, Rabu (20/6/2018).

Kendati demikian, kata Hendro, pihaknya tetap mewaspadai potensi tindak pidana lain saat libur dan pancalibur Lebaran. Beberapa tindak pidana seperti pencurian rumah kosong yang ditinggalkan penghuninya mudik, aksi pencopetan di tempat ramai dan aksi begal terhadap wisatawan.



“Untuk mengantisipasi kejahatan jalan, kami mengerahkan ribuan personel yang disiagakan di sejumlah tempat. Masyarakat atau wisatawan tidak perlu khawatir. Kota Bandung aman bagi masyarakat, tetapi tidak aman bagi pelaku kejahatan," jelas Hendro.

Sementara itu, saat Idul Fitri 1439 Hijriah atau Jumat (15/8/2018) lima rumah di Kelurahan Antapani Tengah, Kecamatan Antapani, Kota Bandung disatroni maling saat pemiliknya rumah tengah melaksanakan salat Idul Fitri. Pencuri pertama kali beraksi di milik Uyat Sudaryat di Jalan Plered II Nomor 24. Di rumah ini, pelaku mengambil dua laptop, uang tunai Rp8 juta dan emas 41 gram.

Kemudian, pelaku yang sama membobol rumah milik Supriyatna di Jalan Plered 10, Antapani Tengah. Korban kehilangan satu unit laptop, empat ponsel, satu jam tangan, dan uang Rp15 juta. Tak puas menjarah isi dua rumah, pelaku lalu beraksi di rumah Sukaja yang berlokasi di Jalan Plered 11. Sukaja kehilangan perhiasan emas seberat 34 gram.

Meski telah menggasak barang berharga dari tiga rumah, pelaku tak juga puas. Pencuri kemudian menyatroni rumah Elly Lisnawati di Jalan Cikampek V. Korban kehilangan tiga ponsel dan uang Rp2 juta. Tak puas juga, mereka melanjutkan aksinya di rumah Dudin yang berada di Jalan Cikampek 3. Dudin kehilangan empat ponsel, satu tablet, satu laptop, tiga jam tangan, dan uang Rp15 juta.

Kasie Humas Polsek Antapani Aiptu Dewi membenarkan kejadian tersebut. Anggota Polsek Antapani sudah meminta keterangan saksi dan korban. Pelaku masuk ke rumah korban dengan membobol pintu masuk saat pemilik sedang salat Idul Fitri. Pencurian diperkirakan terjadi di sebelum pukul 08.00 pagi. Korban tahu rumahnya dimasuki pencuri saat pulang dari salat Ied. "Pelaku sedang dilidik dan pengejaran," kata Dewi.
(kri)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak