alexametrics

Dari Yogya Serukan Keprihatinan Persoalan Bangsa dan Lawan Radikalisme

loading...
Dari Yogya Serukan Keprihatinan Persoalan Bangsa dan Lawan Radikalisme
Dua gelombang aksi massa sebagai bentuk keprihatinan atas problematika bangsa dan perlawanan terhadap segala bentuk faham radikalisme digelar secara hampir bersamaan di Yogyakarta. Foto SINDOnews/Ainun N
A+ A-
YOGYAKARTA - Ratusan massa yang tergabung dalam aksi Bela Garuda Minggu 3 Juni 2018 menggelar aksi di simpang empat Tugu Yogyakarta. Massa aksi yang mengenakan kaos #DiaSibukKerja ini menyerukan perlawanan terhadap segala bentuk faham radikalisme dan intoleransi.

Aksi diisi dengan berbagai atraksi kesenian. Di antaranya tari Garuda Jaya, tari Gedruk, Atraksi bergodo Prajurit dan Sholawat Badar.

Koordinator Aksi Bela Garuda, Totok Ispurwanto menyebut aksi ini merupakan bentuk perlawanan terhadap faham radikalisme dan intoleransi dengan kegiatan budaya.



Tari Gedruk melambangkan pihak-pihak yang hendak menganggu NKRI, menganggu kebhinekaan. Namun Bergodo Prajurit mampu mengalahkan Gedruk ini.

“Ini bentuk kegiatan budaya untuk menolak pihak-pihak yang menganggu NKRI. Dari Yogyakarta kita serukan lawan segala bentuk paham radikalisme dan intoleransi,” tegas Totok. Sama dengan aksi Bela Bangsa, aksi Bela Garuda ini juga berakhir saat azan Mahrib tiba.

Di waktu yang bersamaan juga digelar aksi massa di depan Kantor PDHI Alun-Alun Utara Yogyakarta.
Aksi massa ini dilakukan oleh Aliansi Bela Bangsa. Aksi Bela Bangsa ini diikuti sekitar 3000-an massa yang terdiri dari berbagai ormas dan simpatisan partai politik. Aksi dimulai sekitar pukul 16.00 WIB.

Koordinator Persidium Aksi Bela Bangsa Syukri Fadholi menyebut aksi ini digelar sebagai bentuk keprihatinan atas problematika bangsa.
(sms)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak