alexametrics

950.0000 Butir Petasan Disita saat Akan Dikirim ke Jakarta

loading...
950.0000 Butir Petasan Disita saat Akan Dikirim ke Jakarta
Petugas Unit Reskrim Polres Indramayu, Jawa Barat berhasil menggagalkan pengiriman 950.000 butir petasan, ke Jakarta, Kamis pagi (31/5/2018). Barang bukti petasan yang disita. Foto iNews TV/Toiskandar
A+ A-
INDRAMAYU - Petugas Unit Reskrim Polres Indramayu, Jawa Barat berhasil menggagalkan pengiriman 950.000 butir petasan, Kamis pagi (31/5/2018). Petasan hasil produksi Indramayu tersebut rencananya akan dikirimkan ke Jakarta melalui jalur pantura. Selain mengamankan petasan petugas juga menahan seorang kurir pengiriman petasan berikut kendaraan pikapnya.

Wakapolres Indramayu Kompol Ricardo Condrat Yusuf mengatakan, kendaraan pikap jenis Grand Max ini berhasil diamankan petugas Unit Reserse Kriminal Polres Indramayu Jawa Barat yang melakukan patroli di sekitar Pantura, Kamis pagi.

“Petugas yang melakukan pemeriksaan mendapati tumpukan karton berisikan petasan jenis cabe rawit. Untuk mengelabui petugas tumpukan petasan tersebut ditutup terpal menyerupai tumpukan padi,” kata Wakapolres.



Sebanyak 95 karton ini, kata dia, masing-masing berisi 10.000 butir petasan sehingga jika dijumlahkan sebanyak 950.000 butir petasan yang diamankan petugas. Polisi langsung menahan tersangka Martono.

Dihadapan petugas tersangka mengaku sudah empat kali mengirimkan petasan ke beberapa wilayah di Jabodetabek. Namun aksinya kali ini berhasil diketahui petugas yang mencurigai kendaraan pikapnya saat melintas di Jalan Panyindangan Indramayu.

“Penggagalan pengiriman petasan ini terungkap berkat informasi masyarakat yang melaporkan adanya petasan yang keluar dari wilayah produksinya,” timpalnya.

Sementara guna mempertanggungjawabkan perbuatannya tersangka dijerat Undang undang darurat tentang bahan peledak dengan ancaman maksimal 20 tahun kurungan penjara.
(sms)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Facebook
  • Disqus
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak