Waspada! Jawa Timur Masuk Periode Cuaca Ekstrem hingga 5 Februari 2024
Selasa, 30 Januari 2024 - 09:57 WIB
loading...
BMKG mengeluarkan peringatan dini cuaca ekstrem yang berpotensi melanda wilayah Jawa Timur sepekan kedepan atau hingga 5 Februari 2024. Foto/SINDOnews
A
A
A
SURABAYA - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan dini cuaca ekstrem yang berpotensi melanda wilayah Jawa Timur (Jatim) sepekan kedepan atau hingga 5 Februari 2024.
”Waspadai potensi cuaca ekstrem di Jatim yang dapat mengakibatkan terjadinya bencana hidrometeorologi (hujan lebat, banjir, tanah longsor, angin kencang, puting beliung, serta hujan es) hingga 5 Februari 2024,” kata Kepala BMKG Juanda, Taufiq Hermawan, Selasa (30/1/2024).
BMKG, kata Taufiq, mendeteksi potensi cuaca ekstrem ini dikarenakan sebagian wilayah Jawa Timur telah memasuki puncak musim hujan.
Baca Juga: Ternyata Ini Pemicu Cuaca Ekstrem di Sebagian Wilayah Indonesia
Kemudian, adanya Monsun Asia Musim Dingin yang diasosiasikan sebagai musim angin baratan mulai menunjukkan dampaknya terhadap potensi peningkatan massa udara basah khususnya wilayah Jawa Timur.
“Hal ini juga didukung adanya daerah konvergensi atau pertemuan angin yang mendukung terbentuknya pumpunan awan hujan di wilayah Jawa Timur,” katanya.
Selain itu, pada tanggal 3 sampai 5 Februari 2024 diprakirakan adanya aktvitas dari Gelombang Atmosfer Kelvin yang melintasi wilayah Jawa Timur, sehingga berpotensi mengakibatkan peningkatan pertumbuhan awan hujan di wilayah Jawa Timur dalam sepekan ke depan.
”Waspadai potensi cuaca ekstrem di Jatim yang dapat mengakibatkan terjadinya bencana hidrometeorologi (hujan lebat, banjir, tanah longsor, angin kencang, puting beliung, serta hujan es) hingga 5 Februari 2024,” kata Kepala BMKG Juanda, Taufiq Hermawan, Selasa (30/1/2024).
BMKG, kata Taufiq, mendeteksi potensi cuaca ekstrem ini dikarenakan sebagian wilayah Jawa Timur telah memasuki puncak musim hujan.
Baca Juga: Ternyata Ini Pemicu Cuaca Ekstrem di Sebagian Wilayah Indonesia
Kemudian, adanya Monsun Asia Musim Dingin yang diasosiasikan sebagai musim angin baratan mulai menunjukkan dampaknya terhadap potensi peningkatan massa udara basah khususnya wilayah Jawa Timur.
“Hal ini juga didukung adanya daerah konvergensi atau pertemuan angin yang mendukung terbentuknya pumpunan awan hujan di wilayah Jawa Timur,” katanya.
Selain itu, pada tanggal 3 sampai 5 Februari 2024 diprakirakan adanya aktvitas dari Gelombang Atmosfer Kelvin yang melintasi wilayah Jawa Timur, sehingga berpotensi mengakibatkan peningkatan pertumbuhan awan hujan di wilayah Jawa Timur dalam sepekan ke depan.
Lihat Juga :