alexametrics

Tunjangan Disunat, Guru Tidak Tetap Mogok Mengajar

loading...
Tunjangan Disunat, Guru Tidak Tetap Mogok Mengajar
Para guru tidak tetap (GTT) dan pegawai tidak tetap (PTT) SMA Negeri 1 Kebomas tampak berunjuk rasa memprotes kebijakan kepala sekolah,Senin (28/5/2018). FOTO/SINDOnews/Ashadi Iksan
A+ A-
GRESIK - Guru tidak tetap (GTT) dan pegawai tidak tetap (PTT) SMA Negeri 1 Kebomas,  Gresik mogok mengajar, Senin (28/5/2018). Mereka protes  arogansi kepala SMA, Nurus Shobah.

Aksi mogok ngajar dilakukan sejak pagi. Para guru melakukan aksi duduk-duduk dengan membeber poster protes berisikan tulisan di antaranya "Stop Arogan, Kembalikan Prestasi SMABOM, dan Kembalikan Gaji Kami". Sesekali mereka juga melakukan orasi secara bergantian.

"Hilangkan gaya kepemimpinan yang arogan, ditaktor dan kesewenang-wenangan disertai ancaman mutasi," kata salah seorang GTT Musthofa Ali dalam orasinya.

Musthofa menambahkan, arogansi itu adalah satu diantara beberapa bentuk kekecewaan para GTT dan PTT. Termasuk di antaranya, pemotongan gaji GTT dan PTT dari Pemprov Jawa Timur. Ironisnya, tunjangan dari pemprov Rp750.000 per bulan cair tiga bulan sekali, tetapi gaji dipotong per bulan.“Kami mohon dikembalikan,” teriaknya lagi.

Menyikapi hal itu, Kasek SMA Negeri 1 Kebomas, Gresik Nurus Shobah mengatakan, dirinya tetap berpegang pada surat edaran Gubernur Jawa Timur bahwa tunjangan GTT maupun PTT diperuntukkan untuk mengurangi beban sekolah.

"Tidak benar kalau ada pemotongan sebab tunjangan itu dipakai buat mengurangi anggaran beban sekolah," tukasnya kepada wartawan.
Meski begitu, aksi mogok tersebut menganggu proses belajar-mengajar maupun penerimaan peserta didik baru (PPDB).
(vhs)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak