alexametrics

Nekad Rampas HP, Dua Sahabat Terpaksa Lebaran di Penjara

loading...
Nekad Rampas HP, Dua Sahabat Terpaksa Lebaran di Penjara
Dua pelaku pencurian dengan kekerasan RP dan GF terpaksa harus menjalani puasa dan lebaran dibalik jeruji besi. Koran SINDO/Adi
A+ A-
BANDUNG BARAT - Dua pelaku pencurian dengan kekerasan RP dan GF terpaksa harus menjalani puasa dan lebaran dibalik jeruji besi. Keduanya berhasil diringkus oleh petugas dari Polsek Padalarang setelah melakukan aksi penjambretan HP kepada anak perempuan di sekitar Kompleks Taman Bunga, Kecamatan Ngamprah, Kabupaten Bandung Barat (KBB), Sabtu (19/5/2018).

"Mereka merampas HP anak perempuan di Kompleks Taman Bunga dan berhasil ditangkap oleh warga dan petugas yang memergoki aksi tersebut," terang Kapolsek Padalarang Kompol Nyoman Yudhana, Sabtu (26/5/2018).

Nyoman mengungkapkan, dalam aksinya kedua pemuda itu kerap menggunakan motor secara boncengan. Sasarannya adalah kebanyakan anak perempuan SMP yang membawa HP dan sedang berjalan atau berada di tempat sepi. Nahas saat melakukan aksinya terakhir kali, keduanya dipergoki warga yang langsung mengejar mereka.



"Dari hasil penangkapan kami berhasil mengamankan dua buah HP dan satu unit sepeda motor. Berdasarkan pengembangan mereka pun telah melakukan aksi serupa di wilayah Kecamatan Cisarua," ucapnya.

Disinggung apakah keduanya merupakan anggota geng motor, Nyoman mengaku masih mengembangkan kasus ini. Yang pasti dalam melakukan aksi mereka selalu berboncengan dimana RP berperan sebagai eksekutor untuk merampas HP korbannya. "Para pelaku akan dijerat dengan Pasal 365 tentang Pencurian dengan Kekerasan dan terancaman hukuman tujuh tahun penjara," sebutnya.

Pada kasus lainnya, pihaknya juga berhasil meringkus dua pelaku curas berinisial AK dan AD warga Gunung Masigit, Cipatat, KBB. Mereka telah melakukan aksi curas motor sebanyak tiga kali di seputaran wilayah Kota Baru Padalarang. "Barang bukti yang diamankan 1 unit motor Yamaha Vega warna hitam, sementara motor Yamaha Jupiter dan Honda Beat masih dalam pencarian," tuturnya.

Salah seorang pelaku AK mengaku terpaksa melakukan aksi pencurian motor untuk memenuhi kebutuhan sehari hari keluarga karena dirinya tidak memiliki pekerjaan. Oleh karena itu setelah melakukan kejahatan barang curiannya lalu dijual dan uangnya untuk istri dan anak-anaknya. "Saya ga punya pekerjaan jadi gelap mata melakukan aksi ini," pungkasnnya.
(nag)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Facebook
  • Disqus
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak