alexametrics

Sedang Tanam Kayu Manis, Nenek 58 Tahun Diterkam Harimau Sumatera

loading...
Sedang Tanam Kayu Manis, Nenek 58 Tahun Diterkam Harimau Sumatera
Rusmawati menjalani perawatan di RS akibat terluka diterkam harimau.Foto/MNC Media/Nanang Fahrurozi
A+ A-
JAMBI - Rusmawati (58) petani asal Pungut Mudik, Kecamatan Air Hangat Timur, Kabupaten Kerinci, Jambi terpaksa dilarikan ke Rumah Sakit, karena diterkam harimau Sumatera saat menanam kayu kulit manis di ladangnya.

Informasi yang didapatkan, kejadian berawal saat korban bersama suaminya Usman (60) pada Kamis, 24 Mei 2018 pukul 9.30 WIB kemarin pergi ke ladang di  Pemetik Kecil. Saat di ladang sekitar pukul 14.00 Wib suami istri ini berkerja secara terpisah.

Namun saat Rusmawati sedang asik menanam kulit manis, tiba-tiba datang seekor harimau dari arah belakang dan langsung menerkam korban. Serangan hewan buas itu membuat korban terkejut dan langsung berteriak sambil berlari meminta pertolongan suaminya yang saat itu berada lebih kurang 100 meter darinya.

Mendengar teriakan korban, suami korban langsung menghalau hewan yang dilindungi itu. Hingga akhirnya hewan ganas tersebut lari ke dalam hutan.



Setelah harimau pergi, Usman suami korban langsung membawa korban ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan. Hasil pemeriksaan di RS DKT Sungai Penuh, korban mengalami luka di bahu kanan, lpunggung kanan dan luka lecet pada bagian kening serta tangan.

“Ya, ada warga Punggut Mudik diterkam harimau tadi. Korban saat ini telah dibawa ke rumah sakit,” ujar Herman warga setempat. Informasi lain yang didapat aparat keamaan telah memonitor kejadian tersebut. Namun beberapa pihak terkait belum bisa dikonfirmasi.

Kasi BB TNKS Kerinci, Nurhamidi dihubungi via telepon oleh wartawan mengaku belum mengetahui adanya kejadian tersebut.
“Saya belum mendapat laporan adanya warga yang diserang  harimau. Nanti kalau telah dapat informasinya akan saya kabari,” ujarnya.
(whb)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak