alexametrics

Cerita Pagi

Saung Agung, Kerajaan Terakhir yang Ditaklukkan Cirebon

loading...
Saung Agung, Kerajaan Terakhir yang Ditaklukkan Cirebon
Sebuah telaga dengan pulau kecil di tengahnya dinamai Situ Wanayasa berada di Kecamatan Wanayasa, Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat. Telaga ini menjadi salah satu saksi bisu kejayaan Kerajaan Saung Agung di masa lalu. Foto/Istimewa
A+ A-
Wanayasa, sebuah kecamatan yang berada di sebelah timur Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat, menyimpan segudang cerita dan peristiwa bersejarah termasuk keberadaan Kerajaan Saung Agung.

Meskipun tidak terlalu banyak data mengenai eksistensinya di masa lalu, Wanayasa yang terletak di lereng Gunung Burangrang menjadi saksi bisu terhadap berbagai momentum penting sejak zaman purba. Hal ini didasarkan kepada sumber-sumber tertulis di luar Wanayasa, yakni dua naskah kuno Carita Parahyangan dan Bujangga Manik. Satu lagi adalah Carita Parahyangan yang bersumber pada Naskah Pangeran Wangsakertadari Cirebon. Secara tersirat didukung pula oleh beberapa buku dan catatan yang menuturkan kisah seputar masa itu.



Salah seorang sejarawan yang juga budayawan Wanayasa, Budi Tahayu Tamsah mengatakan, pada masa-masa akhir Kerajaan Sunda abad ke-16, di daerah Wanayasa sekarang diduga terdapat kerajaan bernama Saung Agung, dengan rajanya Ratu Hyang Banaspati.

Secara etimologis, 'banaspati' mengandung arti 'pohon' atau 'ratu siluman di hutan'. Sedangkan kata 'hyang' mengandung arti 'sesuatu yang gaib' atau 'dewa'.

"Pendapat lain mengatakan Ratu Hyang atau Rahyang adalah tingkatan gelar dalam tatanan konsep kehidupan kepercayaan Sunda lama, yang setingkat lebih tinggi dari Datu Hiang atau Dahyang," ungkap Budi.

Ratu Hyang atau Rahyang setingkat lebih rendah dari Sanghyang. Diduga kuat, Ratu Hyang Banaspati merupakan gelar kehormatan, mungkin karena ketinggian ilmunya, bagi seorang raja dari sebuah kerajaan yang dikelilingi oleh hutan bernama Saung Agung. Yang jelas, hutan tersebut berada di kawasan atau kaki Gunung Burangrang, bukan di tempat lain. Hal ini karena pada bagian lain catatannya Bujangga Manik menyebutkan, Gunung Burangrang sebagai tanggeran (ciri tapal batas) wilayah Saung Agung.

Noorduyns, peneliti naskah kuno dari Belanda, mengidentifikasi Saung Agung berada di daerah Wanayasa sekarang. Carita Parahyangan menyebutkan, bahwa Saung Agung termasuk salah satu kerajaan wilayah yang menentang Prabu Surawisesa, penguasa Kerajaan Sunda saat itu, pengganti Prabu Jayadewata. Beberapa ahli mengidentifikasi Prabu Jayadewata ini sebagai Prabu Siliwangi.
halaman ke-1 dari 2
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak