alexametrics

Bea Cukai Gagalkan Penyelundupan Sabu-Sabu di Bandara Adi Sutjipto

loading...
Bea Cukai Gagalkan Penyelundupan Sabu-Sabu di Bandara Adi Sutjipto
Dua tersangka jaringan narkotika internasional diperlihatan petugas saat Bea Cukai di kantor Bea Cukai DIY Jalan Yogyayakarta-Solo, Maguwoharjo, Depok, Sleman, Selasa (15/5/2018). SINDOnews/Priyo Setyawan
A+ A-
YOGYAKARTA - Petugas Bea Cukai Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) mengagalkan penyelundupan sabu-sabu seberat 562,9 gram dari Malaysia melalui Bandara Internasional Adi Sutjipto, Yogyakarta pada Jumat 4 Mei 2018. Kasus ini terungkap saat petugas Bea Cukai di Bandara Internasional Adi Sutjipto mencurigai penumpang wanita  Air Asia AK 348 rute Kuala Lumpur – Yogyakarta  berinisial RIP (34), warga Klaten dengan nomor paspor B5795273.

Hasil pemeriksaan dengan mesin X-Ray, didapati ada paket  yang disembunyikan dalam pembalut yang dipakai wanita tersebut. Terlihat ada serbuk kristal berwarna  putih. Untuk memastikan itu narkoba atau tidak, barang tersebut dibawa ke laboratorium Bea Cukai di Semarang.

“Dari pemeriksaan diperoleh kesimpulan barang itu methamphetamine termasuk dalam golongan 1 dengan berat 562,6 gram,” kata kepala kantor wilayah DJBC Jawa Tengah-DIY Parjiya soal ungkap kasus penyelundupan Narkoba di kantor Bea Cukai DIY  Jalan Yogya-Solo, Maguwoharjo, Depok, Sleman, Selasa (15/5/2018)

Bea Cukai kemudian berkoordinas dengan Direktorat Reserse Narkoba  Polda DIY untuk penangganan lebih lanjut, termasuk menyerahkan barang bukti. RIP dalam perkara ini dijerat dengan Undang-Undang (UU) No 35/2000 tentang Narkotika dengan ancaman pidana penjara maksimal 15 tahun dan denda maksimal Rp10 miliar.



Dir Resnarkoba Polda DIY Kombes Pol Wisnu Widarto mengatakan setelah menerima limpahan berkas dari Bea Cukai langsung melakukan penyelidikan. Dari hasil pengembangan ternyata RIP ini masuk sindikat jaringan narkoba internasional. Sabu-sabu tersebut diperoleh dari Malaysia dari seorang Bandar berinisial KS.

Sabu-sabu yang dibawa RIP dipesan J warga Karawang, Jawa Barat. J merupakan orang suruhan Napi Narkoba yang sekarang ditahan di Lapas Karawang, dengan inisial I. J mengenal RIP lewat perantara wanita berinisial S, warga bekasi.
“Ini kami ketahui, dari pemeriksaan RIP termasuk video call antara RIP dengan KS saat RIP diamankan. RIP sendiri dalam pemeriksaan tidak terbukti memakai sabu,” kata Wisnu.

Menurut Wisnu awalnya barang itu akan diambil J pada Jumat (4/5/2018) di hotel yang sudah ditentukan, namun tidak jadi dan dijanjikan Sabtu (5/5/2018) tetapi batal dan akan mengambil di rumah RIP.  Karena itu,  untuk penyelidikan lebih lanjut, RIP tidak ditahan, melainkan di antar ke rumahnya di Klaten dengan pengawasan atau control delivery.

“Benar juga pada Minggu (6/5/2018) J menghubungi RIP lagi dan akan mengambil barang itu di rumahnya, namun  karena ibu RIP sedang dirawat di RS Klaten, J diminta mengambil di rumah sakit. Sehingga saat  transaksi itu mereke berdua ditangkap,”  terangnya.
(wib)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak