alexametrics

Bawa Kaus #2019 Ganti Presiden, Asyik Dinilai Kejar Suara

loading...
Bawa Kaus #2019 Ganti Presiden, Asyik Dinilai Kejar Suara
Langkah pasangan calon gubernur dan wakil gubernur Jabar nomor urut 3 Sudrajat dan Ahmad Syaikhu (Asyik) membawa kaus bertagar ganti presiden pada debat kandidat, dinilai sebagai upaya menaikkan suara. Foto/Yogi Pasha
A+ A-
BANDUNG - Langkah pasangan calon gubernur dan wakil gubernur Jabar nomor urut 3 Sudrajat dan Ahmad Syaikhu (Asyik) membawa kaus bertagar ganti presiden pada debat kandidat, dinilai sebagai upaya menaikkan suara.

Pengamat Komunikasi Politik Effendi Gazali mengatakan, dilihat dari keilmuan komunikasi politik murni, tindakan yang dilakukan pasangan Asyik dalam debat, tidak tepat untuk dibawa di persoalan Jawa Barat. Sebab, isu pergantian presiden adalah isu nasional.

"Kalau misalnya ada kesadaran bagi mereka, misalnya karena untuk mengejar ketertinggalan, itu pendekatannya taktis. Bukan lagi berbicara keilmuan," kata Effendi Gazali di kampus ITB, Kota Bandung, Selasa (15/5/2018).

Dia menduga, tindakan itu adalah upaya menaikkan suara. Mereka mencoba merebut hati masyarakat, sebelum debat satu kali lagi sebelum masa tenang. "Mungkin mereka hitung-hitungan sebelum debat berakhir, sampai pencoblosan, maka harus digunakan strategi taktis," tegasnya.

Ketika ditanya, apakah langkah itu karena Asyik merasa suaranya berada di bawah, Effendi tidak mengiyakan. "Saya tidak tahu persis. Saya tidak ikutin surveinya. Saya tidak mengatakan suara mereka minim. Mungkin mereka sedang memotong jarak," bebernya.

Namun, upaya Asyik apakah ada dampak positif atau tidak, harus dilihat sesudah debat. Karena sebenarnya, kata dia, baju kaus dengan hastag itu sudah lama dan bukan hal baru.

"Tetapi saya tidak berani katakan, itu etis atau tidak. Sebenarnya banyak yang nggak etis. Masa debat ada iklannya. Termasuk bumerang atau tidaknya, kita lihat nanti," imbuhnya.
(wib)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak