alexametrics

Tim Deddy-Dedi Angkat Bicara soal Pesan 2019 Ganti Presiden

loading...
Tim Deddy-Dedi Angkat Bicara soal Pesan 2019 Ganti Presiden
Empat pasangan cagub-cawagub Jabar. Dok/SINDOnews
A+ A-
BANDUNG - Tim pasangan calon gubernur-wakil gubernur (cagub-cawagub) Jawa Barat Deddy Mizwar-Dedi Mulyadi (Deddy-Dedi) angkat bicara soal pesan 2019 Ganti Presiden yang disampaikan pasangan cagub-cawagub Jabar Sudrajat-Ahmad Syaikhu (Asyik) dalam Debat Publik Pilgub Jabar 2018.

Juru Bicara Tim Deddy-Dedi Adi Nugroho mengatakan, tindakan yang dilakukan pasangan cagub-cawagub Jabar nomor urut 3 itu menjadi ranah Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) untuk menelaahnya, apakah hal itu melanggar atau tidak.

Meski begitu, lanjut Adi, pihaknya berpandangan untuk senantiasa mengedepankan cara-cara politik adiluhung. Bukan hanya menjauhkan cara-cara berkampanye hitam, namun juga sedapat mungkin menjaga keharmonisan dinamika antarpasangan cagub-cawagub dan pendukungnya.

"Seperti tidak melontarkan pernyataan-pernyataan yang dapat menyinggung dalam relasi situasi sosiopsikopolitik dengan paslon lain dan pendukungnya," ujar Adi, Selasa (15/5/2018).

Menurut Adi, peristiwa yang terjadi Senin 14 Mei 2018 malam itu dapat menjadi sebuah evaluasi dan edukasi bahwa sekalipun mengatasnamakan kebebasan berekspresi. Namun, hendaknya secara etis tetap menjaga kepekaan sosial agar suasananya menjadi kondusif dan tidak provokatif.

Adi menambahkan, pihaknya akan tetap fokus melakukan kampanye secara masif. Terlebih sisa waktu sebelum pencoblosan sudah semakin mepet, hanya tersisa sekitar satu bulan. Adi menegaskan, pihaknya tak mau terganggu dengan hal-hal yang bisa membuyarkan fokus kerja tim.

"Apalagi sebentar lagi akan memasuki bulan Ramadan, kita harus lebih banyak menjaga hati, pikiran, dan tindakan dari hal-hal yang tidak perlu," tandasnya.
(wib)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak