alexametrics

Kapolri Sebut Terduga Pelaku Bom Bunuh Diri Mapolrestabes Surabaya Masih 1 Keluarga

loading...
Kapolri Sebut Terduga Pelaku Bom Bunuh Diri Mapolrestabes Surabaya Masih 1 Keluarga
Kapolri Jenderal Pol Tito Karnavian menyebut terduga pelaku serangan bom bunuh diri di Mapolrestabes Surabaya di Jalan Sikatan ternyata merupakan satu keluarga. Foto SINDOnews
A+ A-
SURABAYA - Pelaku serangan bom bunuh diri di Mapolrestabes Surabaya di Jalan Sikatan ternyata merupakan satu keluarga. Ini sama seperti pelaku bom bunuh diri di tiga gereja di Surabaya kemarin dan bom di Rusunawa Wonocolo, Sidoarjo tadi malam. (Baca juga:Kapolri: Pelaku Bom Surabaya Satu Keluarga dan Terkait ISIS)

Hal itu disampaikan Kapolri Jenderal Pol Tito Karnavian saat jumpa pers di Mapolda Jatim, Senin (14/5/2018). Identitas pelaku serangan bom bunuh diri Mapolrestabes Surabaya merupakan warga Surabaya, tepatnya di Krukah, Kecamatan Ngagelrejo berinisial TM . Pelaku serangan berjumlah lima orang termasuk anak kecil berusia 8 tahun. Serangan ini dilakukan menggunakan dua sepeda motor.

“Yang anak kecil terlempar dan selamat. Dia masih dirawat di rumah sakit (PHC). Anak ini merupakan saksi kunci karena dia selamat,” katanya. (Baca: Bom Meledak di Mapolrestabes Surabaya)



Tito menambahkan, pelaku satu keluarga ini merupakan jaringan Jamaah Ansharut Daulah (JAD) Jawa Timur (Jatim) pimpinan Dita Supriyanto.

Dita sendiri tewas setelah melakukan serangan bom bunuh diri menggunakan mobil di Gereja Pantekosta Jalan Arjuna kemarin.

Menurutnya, aksi bom bunuh diri lebih karena motif balas dendam. Ini setelah pimpinan JAD di Indonesia, Aman Abdurrahman ditangkap atas tuduhan terlibat dalam kasus bom Thamrin pada 2016 lalu. JAD sendiri merupakan bagian dari Islamic State of Iraq and Syria (ISIS) di Indonesia.

“Setelah Aman ditangkap, dia lantas digantikan oleh Zainal Ansori. Zainal juga sudah berhasil ditangkap ada tuduhan kepemilikan senjata api,” ujarnya.

Lantaran para pimpinannya ditangkap, lanjutnya, para anggotanya melakukan aksi balas dendam. Salah satunya adalah aksi serangan di Mako Brimob beberapa waktu lalu.

Disusul dengan serangan bom di Surabaya. Pimpinan JAD Jatim, Dita Supriyanto merupakan teman dekat dari pelaku bom di Rusunawa Wonocolo, Sidoarjo, Anton Febriantoa.

“Ini sebuah fenomena baru, dimana ada aksi bom bunuh diri sekeluarga dan bahkan melibatkan anak kecil. Kenapa aksi bom bunuh diri dilakukan di Surabaya, karena mereka menguasai daerah ini,” kata Tito.
(sms)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak