alexametrics

Empat Teroris Diringkus, Enam Bom High Explosive Dijinakkan

loading...
Empat Teroris Diringkus, Enam Bom High Explosive Dijinakkan
Empat terduga teroris berhasil diamankan di Dusun Jedong, Urangagung, Sidoarjo, Senin (14/5/2018). Para petugas kepolisian masih berjaga di lokasi. Foto/SINDOnews/Aan Haryono
A+ A-
SIDOARJO - Empat terduga teroris diringkus di Dusun Jedong, Urangagung, Sidoarjo, Jawa Timur, Senin (14/5/2018). Di lokasi tersebut, tim gegana juga berhasil menjinakkan enam bom berdaya ledak tinggi (high explosive).

Dua terduga teroris yakni Betty, 21, dan Yanti, 25, saat ini masih diamankan di rumah warga. Sementara dua lainnya sudah dibawa ke Surabaya untuk dimintai keterangan lebih lanjut. Belum ada keterangan resmi apakah keempat terduga teroris ini berkaitan langsung dengan teror bom di tiga gereja, rusun, maupun Polrestabes Surabaya. (Baca juga: Ledakan Terjadi di Sidoarjo)

Fuadi, 67, pemilik rumah yang selama ini ditempati para teroris mengaku terkejut dengan penangkapan ini. Menurutnya, selama ini mereka berdua terlihat biasa saja di masyarakat tanpa ada kecurigaan.



"Jadi yang menyewa itu Betty dan Yanti. Mereka berdua selama ini berjualan kerudung di Pasar Gading Fajar," ujarnya.

Untuk dua terduga teroris lainnya, dirinya tak mengenal. Namun sebulan lalu sempat ada kabar kalau Yanti menikah. "Tapi mereka tak lapor ke warga," katanya. (Baca juga: Kapolri: Pelaku Bom Surabaya Satu Keluarga dan Terkait ISIS)

Perubahan Betty dan Yanti, lanjutnya, baru terjadi selama sebulan terakhir ini. Sebelumnya mereka berdua tak pernah memakai cadar. Namun, selama sebulan terakhir ini setiap hari terus memakai cadar.

Fuadi menjelaskan Betty dan Yanti sudah tinggal di Urangagung selama empat tahun terakhir. Tiap tahun, mereka membayar uang sewa rumah Rp1 juta. "Kalau Betty dan Yanti orangnya baik. Nggak tahu mereka terpengaruh lelaki yang akhir-akhir ini datang," jelasnya. (Baca juga: Empat Pelaku Bom Bunuh Diri Polrestabes Surabaya Tewas)

Ratno, salah satu tetangga terduga teroris mengatakan, tiap hari Betty dan Yanti selalu berbelanja pada dirinya seperti para warga lainnya. "Ini saja pesanan ikannya belum diambil. Lha orangnya sudah ditangkap polisi," ujar pedagang sayur tersebut.

Ia sendiri tak begitu curiga terhadap Betty maupun Yanti. Sebab, sudah bertahun-tahun mereka menjadi warga di Urangagung. "Sempat kaget juga ketika ditangkap. Kami juga jadi takut sekarang," jelasnya.
(poe)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak