alexametrics

Cerita Pagi

Sendang Senjoyo, Tempat Tirakat Joko Tingkir

loading...
Sendang Senjoyo, Tempat Tirakat Joko Tingkir
Sejumlah warga berendam di kolam petilasan Kesultanan Keraton Pajang di Sendang Senjoyo, Desa Tegalwaton, Kecamatan Tengaran, Kabupaten Semarang, Jawa Tengah, Kamis (10/5/2018). Foto/SINDOnews/Angga Rosa
A+ A-
Pagi itu, cuaca di Sendang Senjoyo, Desa Tegalwaton, Kecamatan Tengaran, Kabupaten Semarang, Jawa Tengah, cerah. Ratusan warga dari berbagai daerah memadati areal sumber air tersebut untuk rekreasi dan bermain air.
    
Air di Sendang Senjoyo sangat jernih dan dingin. Sehingga, banyak warga mulai anak-anak hingga orang tua yang senang mandi atau berenang di tempat tersebut. Bahkan, pengunjung Sendang Senjoyo tak hanya berasal dari Desa Tegalwaton atau Tengaran saja. Banyak warga dari daerah Salatiga, Boyolali, Semarang yang sering datang ke Sendang Senjoyo sekadar untuk mandi.
    
Keramaian di Sendang Senjoyo tak hanya terlihat pada pagi hingga sore hari. Pada hari tertentu seperti malam Jumat kliwon, sumber air tersebut juga ramai pengunjung. Sebagian besar pengunjung yang datang pada malam Jumat itu memiliki tujuan tersendiri.

Tujuan mereka berendam di Sendang Senjoyo adalah untuk mencari berkah dan mukjizat. Konon, orang yang melakukan ritual berendam pada malam hari di Sendang Senjoyo keinginannya bisa tercapai dan orang sedang sakit bisa sembuh.
    
"Banyak orang yang berendam pada malam Jumat kliwon. Mereka tirakat dan berendam di Sendang Senjoyo untuk berdoa agar hajatnya (keinginan) terkabul. Ada juga orang yang berendam untuk menyembuhkan penyakit yang dideritanya," kata Tugiran (54), warga Tegalwaton, Kamis (10/5/2018).
    
Tugiran menceritakan, menurut legenda, Sendang Senjoyo merupakan salah satu petilasan Kesultanan Keraton Pajang. Joko Tingkir atau Jaka Tingkir atau Mas Karebet dari Kesultanan Pajang sebelum menjadi penguasa dan mendapat gelar Sultan Hadiwijoyo bertapa di Sendang Senjoyo.
    
"Menurut cerita para leluhur, Joko Tingkir pernah tirakat (bertapa) di Sendang Senjoyo. Setelah tirakat di Sendang Senjoyo, Joko Tingkir kembali ke kerajaan untuk meneruskan perjuangannya hingga akhirnya bisa menjadi penguasa di Kesultanan Pajang dan mendapat gelar Sultan Hadiwijoyo," ujarnya.
    
Hingga saat ini, Sendang Senjoyo diyakini masih memiliki tuah. Tak sedikit orang yang melakukan ritual di sumber air ini dan kabarnya apa yang menjadi keinginannya bisa terkabul.

"Banyak pula orang yang tirakat di Sendang Senjoyo untuk membersihkan jasmani serta rohani dari penyakit medis dan gangguan kekuatan gaib dan akhirnya bisa sembuh," pungkasnya.
    
Salah seorang pengunjung Sendang Senjoyo, Yoso Dipuro (60), warga Ampel, Boyolali menuturkan, Sendang Senjoyo merupakan tempat yang sakral dan diyakini bisa mendatangkan berkah bagi orang yang tirakat di tempat tersebut.
    
"Sendang Senjoyo ada kaitannya dengan petilasan Joko Tingkir dan memiliki kekuatan gaib yang dipercaya bisa mendatangkan berkah bagi orang yang mandi di Senjoyo. Dan saya mandi di sini untuk ngalap (mencari) berkah agar diberi kekuatan dan kesehatan," tuturnya.
    
Menurut dia, kepercayaan yang diyakininya sudah turun temurun sejak lama. Bahkan, Yoso mengaku sering melakukan ritual tirakat di Senjoyo untuk berdoa kepada Tuhan Yang Maha Esa.

"Saya sering ke sini (Senjoyo). Biasanya saya ke sini pada malam Jumat kliwon. Niatnya mau mandi malam di Senjoyo, khususnya di sendang yang konon pernah digunakan untuk tirakat Joko Tingkir," ucapnya.
(zik)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak