alexametrics

BPBD Nyatakan Merapi Normal, Wisatawan Tak Perlu Takut ke Yogya

loading...
BPBD Nyatakan Merapi Normal, Wisatawan Tak Perlu Takut ke Yogya
Kondisi wilayah Yogyakarta sudah normal kembali pascaletusan freatik Gunung Merapi. Warga masyarakat yang mengungsi juga semua sudah kembali ke rumah masing-masing. Kepala Pelaksana BPBD DIY Biworo Yuswantono. Foto SINDOnews/Ainun N
A+ A-
YOGYAKARTA - Kondisi wilayah Yogyakarta sudah normal kembali pascaletusan freatik Gunung Merapi. Warga masyarakat yang mengungsi juga semua sudah kembali ke rumah masing-masing.

“Sudah tidak ada yang mengungsi. Sejak Jumat sore semua sudah kembali kerumah masing-masing,” kata Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD DIY) Biworo Yuswantono kepada SINDOnews melalui sambungan telepon, Sabtu (12/5/2018).

Dalam kesempatan itu Biworo mengimbau kepada masyarakat untuk melakukan kerja bakti di lingkungan masing-masing untuk membersikan publik area yang terkena dampak debu Merapi.

Langkah ini juga sudah dilakukan BPBD bekerjasama dengan masyarakat. Contohnya di kawasan Malioboro, Sabtu pagi bersama dengan komunitas Malioboro BPD membersihkan debu di kawasan perdagangan dan wisata ini. “Kami menydiakan dua tangki air untuk membersihkan debu,” jelasnya.



Hal yang sama juga dilakukan di sejumlah kawasan yang terdampak debu Merapi seperti di Sleman, Kota Yogya dan lainnya.

Biwara mengingatkan, bahwa masyarakat yang hendak keluar rumah tetap disaranka menggunakan masker lantaran di jalan-jalan masih banyak debu yang berterbangan. Secara umum menurut Biwara wilyah Yogyakarta sudah normal kembali dan sangat aman bagi wisatawan.

“Yogya sudah normal. Laporan dari BPPTKG juga menyatakan kondisi Merapi normal. Jadi wisatawan tak perlu takut, silahkan datang ke Yogya,” tegasnya.

Sebelumnya Kepala Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) Hanik Huamidah menyatakan kondisi Gunung Merapi stabil.

Meski demikian Hamidah tetap mengingatkan agar kawasan Merapi dengan radius dua kilometer dari puncak tetap harus diseterilkan. “Saat (kondisi) normal saja memang radius 2 kilometer harus steril,” tandasnya.  
(sms)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak