alexametrics

Asyik Nyabu, Dua Pria Diringkus Polisi

loading...
Asyik Nyabu, Dua Pria Diringkus Polisi
Dua pria, Hasanudin dan Ifan ditangkap Satuan Reserse Narkoba Polrestabes Bandung karena kedapatan mengonsumsi, menguasai, dan mengedarkan sabu-sabu. Koran SINDO/Agus
A+ A-
BANDUNG - Hasanudin (33) dan Ifan (34), warga Sukajadi, Kota Bandung ditangkap Satuan Reserse Narkoba Polrestabes Bandung saat asyik mengisap sabu. Dari tangan Hasanudin, petugas menyita sabu seberat 2 ons senilai Rp260 juta.

"Hasanudin dan Ifan ditangkap pada Kamis (10/5/2018) karena mengonsumsi, memiliki, dan mengedarkan sabu-sabu seberat 2 ons," kata Kapolrestabes Bandung Kombes Hendro Pandowo, Jumat (11/5/2018).

selain sabu, lanjut Hendro petugas juga menyita timbangan digital, uang tunai, dan bong alat isap sabu.

"Berdasarkan penyidikan, tersangka Hasanudin merupakan pengedar sabu. Dia mengedarkan barang haram itu dengan modus tempel di tempat tertentu yang disepakati. Kasus ini akan dikembangkan guna menangkap pemasok sabu ke tersangka," ujar Hendro.

Tersangka Hasanudin, tutur Kapolrestabes, dijerat Pasal 114 Undang-undang Nomor 35 l/2009 tentang  Narkotika dengan ancaman pidana penjara 6 hingga 20 tahun. Sedangkan tersangka Ifan dijerat Pasal 132 Undang-undang Narkotika dengan ancaman pidana 5 hingga 20 tahun penjara. "Saat ditangkap, Hasanudin sedang dah mengemas sabu-sabu tersebut untuk diedarkan," ujar dia.

Penangkapan dua pria tersebut, ungkap Hendro, tidak lepas dari sepak terjang Ahmad (40) yang merupakan otak di balik peredaran sabu-sabu yan diedarkanboleh Hasanudin. Namun, Ahmad berhasil kabur dan saat ini berstatus buronan Polrestabes Bandung.

Polisi akan melibatkan Polda Jabar, dan Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Jabar. "Kami akan terus memburu siapa pun mereka yang menjual dan mengedarkan narkotika psikotoprika di Kota Bandung karena dampaknya menghancurkan generasi muda Indonesia," ungkap Hendro.
(nag)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak