alexametrics

Pemkab Kobar Cari Ide Olah Sampah Plastik agar Bernilai Ekonomis

loading...
Pemkab Kobar Cari Ide Olah Sampah Plastik agar Bernilai Ekonomis
Lokasi pembuangan sampah di Pangkalan Bun, Kabupaten Kotawaringin Barat, Kalimantan Tengah. Foto/Istimewa
A+ A-
PANGKALAN BUN - Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar), Kalimantan Tengah, ditarget mengurangi sampah 30%  hingga 2025 mendatang. Hal itu tercantum dalam Kebijakan Strategis Nasional tentang Pegelolanan Sampah yang dikeluarkan pemerintah pusat. Pemkab Kobar pun mulai menyusun strategi untuk memenuhi target tersebut.

Sejumlah wacana pun mengemuka, salah satunya rencana Pemkab Kobar melakukan kaji banding ke daerah yang sudah berhasil memanfaatkan limbah plastik untuk bahan campuran pembuatan aspal.

Bupati Kobar Nurhidayah menuturkan, pada 2017 hingga 2025 Kobar pengurangan sampah harus 30% dari jumlah sampah yang ada saat ini.

"Kobar diberi waktu delapan tahun untuk menyelesaikan target itu, namun kami tetap berupaya sebelum target yang ditentukan Pemkab sudah harus mengurangai sampah," ujar Nurhidayah.



Nurhidayah menambahkan, ke depan Pemkab Kobar akan terus berkoordinasi dengan kementerian terkait pengurangan sampah."Selama delapan tahun ke depan kita sudah tidak bisa membayangkan lagi seberapa  banyak tumpukan sampah kita di TPA."

Ia mengatakan, yang perlu menjadi pemikiran yakni limbah plastik agar bisa didaur ulang, bermanfat, serta memiliki nilai ekonomis yang tinggi bagi masyarakat maupun daerah.

Bupati mencontohkan, Denpasar, Bali serta  Bekasi, Jawa Barat sudah mulai memanfaatkan limbah plastik menjadi bahan baku campuran pembuat aspal dan digunakan untuk membangun jalan raya.

"Ini salah satu inspirasi kreatif untuk mengurangi sampah plastik. Tentu kalau memang dari segi kualiatasnya bagus, kenapa kita tidak mencobanya," kata bupati perempuan pertama di Bumi Marunting Batu Aji ini.

Ia menambahkan, kaji banding adalah salah satu cara untuk memenuhi dari targat delapan tahun pengurangan sampah yang ditetapkan oleh pemerintah pusat.

"Jadi dari terget delapan tahun yang ditetapkan, mungkin dengan adanya pemanfatan limbah plastik ini secara otomatis ke depan akan mempercepat kita dalam menggurangi dari targat yang ditentukan."
(zik)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak