alexametrics

TNI AL Tangkap 3 Speedboat Penyelundup 40 TKI Ilegal dan 9 WNA

loading...
TNI AL Tangkap 3 Speedboat Penyelundup 40 TKI Ilegal dan 9 WNA
TNI AL saat mengamankan pengiriman TKI ilegal ke Malaysia. Foto/Dok TNI AL
A+ A-
BATAM - Tim Gabungan WFQR Lantamal IV dan Lanal Batam berhasil mengamankan tiga unit speedboat tanpa nama bermesin Yamaha 250 PK yang membawa TKI ilegal di perairan Teluk Mata Ikan Nongsa, Batam, Selasa (17/4). TNI AL juga mengamankan 40 TKI ilegal dan 9 orag Warga Negara Asing (WNA) berkebangsaan Banglades.

Penangkapan berawal dengan adanya informasi intelijen bahwa akan ada aktivitas pengiriman TKI ilegal dari Batam menuju Malaysia.

Tim WFQR Lanal Batam Patkamla Sea Rider 1 melaksanakan giat patroli penyekatan di sektor tengah perairan Nongsa Batam yang diduga akan dilalui speedboat tersebut. Pada saat Tim WFQR Lanal Batam Patkamla Sea Rider 1 melaksanakan penyekatan, terdeteksi secara visual adanya speedboat mencurigakan dari arah Teluk Mata Ikan Nongsa Batam menuju ke arah Malaysia.

Tim selanjutnya melakukan pengejaran dan mengamankan speedboat di koordinat 1° 11' 20.2956" N - 104° 6' 39.1428" E. Patkamla Sea Rider 1 melakukan pemeriksaan terhadap speedboat dan muatannya.

Dalam pemeriksaan itu ditemukan TKI ilegal sebanyak 49 orang. Terdiri dari WNI 40 orang (laki-laki 36 dan perempuan 4) serta WNA 9 orang warga negara Banglades dengan ABK 4 orang. Para TKI tersebut akan diberangkatkan ke Malaysia.  

Selanjutnya speedboat tanpa nama beserta muatan TKI Ilegal dibawa menuju dermaga Lanal Batam untuk proses lebih lanjut. Setibanya di Dermaga Lanal Batam dilanjutkan pemeriksaan terhadap ABK dan para TKI Ilegal serta barang bawaannya untuk mengetahui apakah ada barang-barang terlarang. Sedangkan untuk ABK kapal dilaksanakan tes urine dengan hasil 2 orang ABK positif mengonsumsi narkoba jenis ekstasi.

Tindak lanjut terhadap speedboat dan ABK kapal akan dikenakan undang-undang pelayaran. Sedangkan para TKI Ilegal akan dikoordinasikan lebih lanjut dengan Balai Pelayanan Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BP3TKI), Imigrasi dan BNN kota Batam sebagai instansi yang berwenang.

Dugaan pelanggaran yang dilakukan adalah tindak pidana pelayaran, keimigrasian, penyalahgunaan Narkotika dan perlindungan pekerja imigran Indonesia.
(rhs)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak