alexametrics

Begal Bersenjata Api Ditembak Mati Tekab Polda Lampung

loading...
Begal Bersenjata Api Ditembak Mati Tekab Polda Lampung
Ilustrasi/SINDOnews
A+ A-
BANDAR LAMPUNG - Tim Khusus Antibandit Polda Lampung menembak mati satu dari dua pelaku begal bersenjata api yang aksinya sempat terekam kamera CCTV.

Begal yang tewas ditembak itu adalah WA (21 tahun), warga Kecamatan Jabung, Lampung Timur. Dia tewas setelah baku tembak dengan polisi saat dilakukan penangkapan pada Sabtu (7/4/2018) dini hari.

WA tewas dalam perjalanan ke rumah sakit karena kehabisan banyak darah. Pelaku tewas dengan luka tembak pada bagian dada.



Jenazah pelaku kemudian dibawa ke Instalasi Forensik RS Bhayangkara Polda Lampung untuk diserahkan kepada pihak keluarga.

Dari tangan pelaku, polisi menyita barang bukti sepucuk senjata api rakitan jenis revolver, lima butir peluru, dua selongosong peluru yang sempat ditembakkan pelaku ke arah petugas, serta sebuah kunci T yang kerap digunakan pelaku saat melakukan aksi pencurian sepeda motor.

Wadir Krimum Polda Lampung AKBP Adrian Indra Nurinta mengatakan, pelaku merupakan salah satu DPO kasus pencurian dengan kekerasan dan berdasarkan catatan kepolisian pelaku telah beberapa kali melakukan aksi pencurian dengan kekerasan di sejumlah TKP di Provinsi Lampung.

Sebelumnya, aksi koboi pelaku sempat terekam kamera CCTV saat hendak melakukan pencurian sepeda motor di halaman parkir toko busana di kawasan Jalan Kimaja, Way Halim, Bandar Lampung, awal Februari lalu. Beruntung, korban atas nama Hendra Indrawan lolos dari maut. Peluru dari senjata api rakitan hanya mengenai handphone dan tangan korban.

Sementara satu rekan pelaku yang terlibat dalam aksi pencurian dengan kekerasan ini hingga kini masih buron. Polisi masih melakukan pengejaran terhadap pelaku yang sudah diketahui ciri-ciri dan identitasnya.
(zik)
preload video
BERITA DAERAH LAINNYA
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak