alexametrics

14 Adegan Sengsara Yesus Bikin Ratusan Jemaat Menangis

loading...
14 Adegan Sengsara Yesus Bikin Ratusan Jemaat Menangis
Salah satu adegan teaterikal kisah Jalan Salib yang membuat jemaat gereja menangis. Foto/Taufik Budi
A+ A-
SEMARANG - Sekira 300 umat Katolik Gereja Mater Dei Lampersari, Kota Semarang, Jawa Tengah, terhanyut saat menyaksikan aksi teaterikal kisah Jalan Salib. Tak jarang, di antara mereka yang menitikkan air mata saat menyaksikan teaterikal sengsara Yesus pada 14 pemberhentian Jalan Salib yang menjadi bagian dalam rangkaian prosesi Jumat Agung.

Aksi teaterikal Jalan Salib ini dibawakan oleh 25 OMK (orang muda katolik) Gereja Mater Dei. Butuh waktu sekitar dua bulan untuk mempersiapkan aksi teaterikal ini. Sutradara, FX Dony Prasetyo (40) mengaku sempat kesulitan dalam menata 14 adegan yang diperankan seluruh pemain.

"Kesulitan pertama karena OMK Mater Dei baru pertama kali melakukan visualisasi di dalam gedung gereja, terlebih kami dibatasi sempitnya ruangan,” kata Dony, Jumat (30/3/2018).



Meski demikian aksi teaterikal yang mereka bawakan cukup berhasil. Aufrida Mardi Widya Asti (36), salah satu umat yang mengikuti ibadat Jalan Salib mengaku dapat lebih menghayati penderitan Yesus untuk menebus dosa manusia.

"Kita seperti dibawa kembali ke peristiwa sengsara Yesus dengan Ibadat Jalan Salib ditambah dengan visualisasi ini, lebih mandalami dan mengahayati, serta turut merasakan penderitaan Yesus," kata Aufrida.

Menurut Pastor Kepala Paroki Mater Dei Lampersari, Romo Raymundus Sugihartanto, Jalan Salib dalam Jumat Agung ini merupakan refleksi rohani umat Katolik dalam peristiwa penyelamatan umat manusia oleh sengsara Yesus.

"Supaya kisah sengsara, sungguh-sungguh menjadi inspirasi untuk membongkar ketidakmanusiawian, kekejaman, itu diganti dengan kasih yang ditampilkan oleh Yesus,” katanya.
14 Adegan Sengsara Yesus Bikin Ratusan Jemaat Menangis
(rhs)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak