alexametrics

Geger! Mobil Milik Pensiunan PT KS Dibakar Orang Misterius

loading...
Geger! Mobil Milik Pensiunan PT KS Dibakar Orang Misterius
Mobil Daihatsu Ceret milik Muli Asli Rachim warga Perumnas Ciracas, Kelurahan Serang, Kota Serang, Banten dibakar oleh orang misterius, Selasa (27/3/2018) dini hari. SINDOnews/Rasyid
A+ A-
SERANG - Mobil Daihatsu Ceret milik Muli Asli Rachim warga Perumnas Ciracas, Kelurahan Serang, Kota Serang, Banten dibakar oleh orang misterius, Selasa (27/3/2018) dini hari. Selain mobil, tiga rumah warga juga nyaris terbakar.

Informasi yang diperoleh, peristiwa pembakaran terjadi sekitar pukul 02.30 WIB. Saat itu, pemilik mobil yang juga pensiunan PT Krakatau Steell itu sedang terlelap tidur. Tiba-tiba tetangga korban memberi tahu bahwa mobil miliknya yang terparkir sudah terbakar.

Beruntung, warga sekitar langsung berusaha memadamkan api dengan peralatan seadanya, sehingga mobil dengan nomor polisi A1146 AE hanya terbakar dibagian belakang.



"Pertama tahu mobil kebakar dari tetangga yang teriak-teriak kebakaran. Saya cek ternyata mobil sudah terbakar, apinya langsung besar," kata Muli kepada wartawan ditemui di lokasi, Selasa (27/3/2018).

Sebelum mobil terbakar, diketahui pelaku juga terlebih dahulu membakar tiga pagar rumah milik Ade, Kowo, dan Rohman. Beruntung, api dengan cepat dipadamkan pemilik rumah sehingga tidak membesar. "Sebelumnya juga tiga rumah dibakar. Tapi cuma pagarnya ajah yang kebakar, padahal ada mobil juga," ujarnya.

Akibat kejadian tersebut, warga pun resah dan menggiatkan kembali Siskamling setiap malam guna mengantisipasi kejadian serupa. "Kalau kejadian kaya gini warga resah seakan terteror. Minggu kemarin mobil Katana milik pak Zul juga dibakar," tandasnya.

Pihak Polres Serang Kota juga sudah melakukan olah tempat kejadian perkara. Warga berharap, semoga polisi cepat menangkap pelakunya.
(nag)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Facebook
  • Disqus
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak