alexametrics

Diduga Terlibat Korupsi, Besan Cagub Herman Deru Ditangkap Kejaksaan

loading...
Diduga Terlibat Korupsi, Besan Cagub Herman Deru Ditangkap Kejaksaan
Mantan Plt Direktur RSUD OKU Timur, dr Dora Djunita Pohan, berlindung di balik tubuh petugas saat digiring ke salah satu ruangan gedung Kejati Sumsel. Foto SINDOnews/Die H.
A+ A-
PALEMBANG - Mantan pejabat Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kabupaten OKU Timur, dr Dora Djunita Pohan ditangkap tim gabungan Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sumsel dan intelijen Kejaksaaan Agung. Dora yang diketahui merupakan besan Calon Gubernur Sumsel periode 2018-2023, Herman Deru tersebut ditangkap lantaran diduga terlibat korupsi dan penyalahgunaan wewenang saat menjabat sebagai Plt Direktur tahun anggaran 2014-2015.  Akibat dugaan korupsi di rumah sakit tersebut yang membuat kerugian negara sebesar Rp6 miliar.

Informasi yang dihimpun, penangkapan itu berlangsung di Metropolis Mal, Tengerang, Banten, Rabu 21 Maret 2018 petang. Dengan kawalan ketat, Dora dibawa ke Kejati Sumsel untuk pemeriksaan lebih lanjut, Kamis (22/3/2018) petang.

Tiba di Gedung Kejati Sumsel, Dora yang mengenakan baju garis-garis berwarna pink ini hanya tertunduk lesu sembari berlindung di balik tubuh petugas untuk menghindari sorotan kamera wartawan.

"Sabar, nanti ada waktunya kami berikan keterangan," ungkap salah satu petugas Kejati Sumsel.

Diketahui, setelah melengkapi administrasi di Kejati Sumsel, Dora yang memang sudah menjadi buronan ini akan langsung dijebloskan sementara ke Rutan Merdeka untuk proses perkara lebih lanjut.

Penangkapan terhadap Dora berdasarkan pada Surat Kajati Sumsel Nomor R-379/N.6.1/Dps/12/2017 tanggal 18 Desember 2017 dan Dora Djunita Pohan merupakan saksi dari tindakan Pidana korupsi tersebut.

Sementara itu, koordinator Media Centre HD-MY, Alfrenzi Panggarbesi menegaskan, kasus tersebut adalah murni kasus pribadi Dora dan tidak ada kaitan sama sekali dengan HD (Herman Deru).

"Proses hukum sedang berjalan kita hormati saja, nanti pengadilan yang menentukan bersalah atau tidak," timpalnya.

Dia menambahkan, Kasus ini mirip yang dialami pak SBY ketika beliau jadi presiden dimana besan tersangkut masalah hukum.

"Jadi tak ada kaitannya dengan pribadi HD. Pasangan HD-MY tetap fokus menghadapi Pilkada," pungkasnya.
 
(sms)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak