alexametrics

Orang Tua Jangan Manjakan Anak dengan Fasilitas Berlebih

loading...
Orang Tua Jangan Manjakan Anak dengan Fasilitas Berlebih
Diskusi Prime Topic MNC Trijaya bertema 'Mendidik dan Membentuk Karakter' di Hotel Quest, Semarang, Jawa Tengah, Senin (19/3/2018).FOTO:KORAN SINDO/Ahmad Antoni
A+ A-
SEMARANG - Para orang tua saat ini zaman now tidak jarang memanjakan anak-anaknya dengan memberikan beragam fasilitas lebih dalam memenuhi kebutuhan sekolah. Padahal cara tersebut bisa berdampak kurang baik dalam pembentukan karakter anak.

“Selama ini, saya melihat anak-anak lebih dimanjakan orang tuanya dengan memberikan fasilitas lebih termasuk saat di sekolah. Hal ini justru akan menjadikan karakter si anak menjadi lembek,” ujar anggota Komisi E DPRD Jawa Tengah, Yudi Indras Windarto, dalam diskusi Prime Topic MNC Trijaya bertema 'Mendidik dan Membentuk Karakter" yang digelar di Hotel Quest, Semarang, Jawa Tengah, Senin (19/3/2018).

Dia mengaku heran melihat seringkali anak menerima perlakukan keras dari gurunya di sekolah. Kasus kekerasan itupun berujung pada penanganan polisi hingga pengadilan. “Tentu hal itu menunjukkan bahwa orang tua lupa atau tidak memberi nilai semangat juang dan tangguh pada anaknya di sekolah," ungkapnya.

Sementara itu, Wakil Sekretaris Dewan Pendidikan Jawa Tengah, Ngasbun Edgar, menekankan perlunya menyiapkan generasi berikutnya dalam proses pendidikan. Namun dia menilai apabila proses pendidikan yang telah disiapkan, dalam aplikasinya seringkali berbenturan dengan disharmoni.  



Untuk mengatasi persoalan tersebut, dibutuhkan pemahaman bersama dan penguatan institusi sekolah. "Perlu melakukan pemahaman bersama agar tidak terbentur disharmoni. Oleh sebab itu, sekolah sudah seharusnya menjadi institusi yang kuat dan tidak boleh terombang-ambing," tukas Ngasbun.

Dia berharap kepada Dinas Pendidikan untuk membuat aturan atau batasan dalam mengambil keputusan terkait penyelesaian kasus di SMA/SMK. “Secara keseluruhan saya berharap Disdik akan membuat aturan atau batasan dalam mengambil keputusan kasus di SMA/SMK dan tentunya sesuai koridor yang berlaku. Kami juga berharap pihak Disdik melakukan pengawasan sesuai dengan ukuran dalam memperhatikan pendidikan,” imbuhnya.

Kasi Kurikulum SMK Disdikbud Provinsi Jawa Tengah, Hari Mulyanto menyadari bahwa karakter merupakan kebutuhan.  Dia juga berharap pendidikan karakter bisa lebih utama  "Namun, pendidikan yang diutamakan sekarang ini adalah value. Padahal pendidikan itu yang diutamakan adalah ketangguhan, daya juang. Bukan value," pungkas Hari.
(thm)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak