alexametrics

Rekonstruksi Pembunuhan Ustaz Prawoto, Tersangka Asep Peragakan 8 Adegan

loading...
Rekonstruksi Pembunuhan Ustaz Prawoto, Tersangka Asep Peragakan 8 Adegan
Satreskrim Polrestabes Bandung menggelar rekonstruksi kasus pembunuhan terhadap Ustaz R Prawoto (40) yang dilakukan tersangka Asep Maftuh (45). Foto/SINDOnews/Agus Warsudi
A+ A-
BANDUNG - Satreskrim Polrestabes Bandung menggelar rekonstruksi kasus pembunuhan terhadap Ustaz R Prawoto (40) yang dilakukan tersangka Asep Maftuh (45). Dalam reka ulang di Halaman Makosatreskrim Polrestabes Bandung, Jalan Jawa, Senin (19/3/2018), tersangka Asep memperagakan delapan adegan.

Adegan diawali saat Asep menggedor rumah korban Ustaz R Prawoto menggunakan pipa besi pada Kamis 1 Februari 2018 pukul 07.00 WIB. Kemudian, pelaku Asep mengejar korban Asisten II Operasi Brigade Persis Komando Pusat itu sejauh 500 meter. Saat korban jatuh, Asep mengayunkan pipa besi ke arah kepala almarhum.

Lantaran pukulan benda keras berkali-kali, kepala korban terluka parah. Korban terkapar bersimbah darah. Penganiayaan itu disaksikan oleh Eny pemilik warung, Ikin, dan Danton. "Saya tidak bisa menghitung berapa kali saya memukul. Saya juga lupa bagian mana saja dari tubuh korban yang saya pukul," kata Asep Maftuh di sela-sela rekonstruksi.

Selanjutnya, tersangka Asep berhasil diamankan oleh Ikin dan Danton. Kemudian warga mengevakuasi korban ke Rumah Sakit Santosa, Jalan Kopo. Namun nyawa R Prawoto tak terselamatkan.

Kasat Reskrim Polrestabes Bandung AKBP M Yoris Maulana mengatakan, rekonstruksi kasus pembunuhan ini dilaksanakan untuk melimpahkan dan melengkapi berkas penyidikan yang segera dilimpahkan ke Kejaksaan Negeri (Kejari) Bandung.

"Kami laksanakan rekonstruksi kasus penganiayaan yang menyebabkan Ustaz R Prawoto meninggal dunia agar jelas kejadian sebenarnya. Kami hadirkan pelaku penganiayaan, Asep Maftuh. Tersangka memperagakan delapan adegan," kata Yoris di tempat sama.

Disinggung tentang kondisi kejiwaan tersangka Asep, Yoris menuturkan, berdasarkan pemeriksaan psikiater, Asep mengidap gangguan kepribadian. Temperamental tersangka tak stabil. Kadang seperti orang normal dan bisa diajak berkomunikasi dengan baik. "Sedangkan saat kumat, emosi Asep meledak-ledak, bahkan mengamuk dan membahayakan orang lain. Hari ini kita lihat kondisi kejiwaan tersangka sedang stabil sehingga bisa memperagakan penganiayaan itu," ujar Yoris.
(zik)
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak