alexametrics

300 Pengemudi Ojek jadi Duta Tertib Berlalu Lintas

loading...
300 Pengemudi Ojek jadi Duta Tertib Berlalu Lintas
Kasatlantas Polres Cimahi AKP Suharto (kanan) bersama Pj Kantor Pembantu Jasa Raharja Cimahi Heru Senjaya (kiri) saat sosialisasi keselamatan berkendara kepada 300 pengemudi ojek di Kota Baru, Selasa (13/3/2018). Foto/Adi Haryanto
A+ A-
BANDUNG BARAT - Satlantas Polres Cimahi, mengumpulkan 300 pengemudi ojek yang berada di wilayah Kabupaten Bandung Barat (KBB), di Kota Baru Parahyangan, Padalarang, Jawa Barat Selasa (13/3/2018). Hal ini sebagai upaya mengajak pengemudi ojek untuk menjadi pelopor keselamatan berlalu lintas di jalan raya.

Kasatlantas Polres Cimahi AKP Suharto mengatakan, angka kecelakaan lalu lintas di wilayah hukum Cimahi tahun 2017 mengalami penurunan dibanding tahun 2016. Pada 2016 angka kecelakaan lalu lintas mencapai 487 kejadian yang meninggal 138 orang. Sementara tahun 2017 ada 484 kejadian yang meninggal 88 orang atau mengalami penurunan sekitar 36%.

Sementara tahun 2016 dilakukan penindakan kepada 74.000 pelanggar dan di 2017 penindakan ada sebanyak 93.000 pelanggar atau naik 24%. Korban yang mengalami luka berat tahun lalu ada 10 orang dan luka ringan 588 orang, sedangkan di 2016 luka berat ada 21 dan luka ringan 567. Yang paling banyak adalah kecelakaan sepeda motor, dengan korban paling banyak dari kalangan swasta 376 orang, pelajar/mahasiswa 146 orang.

"Angka kecelakaan yang mengakibatkan meninggal dunia tahun lalu turun. Kami harap dengan mengajak pengemudi ojeg untuk menjadi pelopor berkendara, angka kecelakaan terus menurun," ucapnya usai sosialisasi.



Menurutnya, pengemudi ojek harus menyampaikan pesan keamanan berlalu lintas ini. Baik kepada lingkungannya, masyarakat, termasuk penumpang. Minimal bagaimana mereka aman berkendara di jalan raya, salah satunya dengan memakai helm.

Pj Kantor Pembantu Jasa Raharja Cimahi Heru Senjaya menyebutkan, pihaknya yang membawahi wilayah Cimahi, Soreang, dan Sumedang, selalu bekerja sama dengan pihak polisi dan rumah sakit dalam hal pemberian santunan. Berdasarkan ketentuan per 1 Juni 2017 santunan bagi korban meninggal naik dari asalnya Rp25 juta menjadi Rp50 juta.

"Sepanjang 2017 untuk wilayah Cimahi, Soreang, dan Sumedang, telah menyalurkan jasa raharja untuk 487 korban meninggal sebesar Rp19.325.000.000," sebutnya.
(rhs)
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak