alexametrics

Akibat Terbuai Rayuan, Kesucian Gadis Palembang Hilang di Kosan

loading...
Akibat Terbuai Rayuan, Kesucian Gadis Palembang Hilang di Kosan
Tak kuat menahan rayuan pacar, gadis Palembang menyerahkan kesucian di kosan. Ilustrasi/SINDOnews
A+ A-
PALEMBANG - Mimpi BN (19), warga Kelurahan Demang Lebar Daun, Kecamatan Ilir Barat I, Palembang untuk menikah dengan kekasihnya pupus seketika.

Sebab, BN justru ditinggal pergi setelah merelakan kesuciannya direnggut oleh sang kekasih berinisial NR. Tak terima dengan pebuatan sang kekasih, NR melaporkan BN ke Polresta Palembang.

Dimana dalam laporannya, BN mengaku kejadian yang merenggut kesuciannya itu berlangsung dua pekan silam. Saat itu, NR mengajak korban ke kos miliknya yang berada di kawasan Sukarame, Palembang. "Ketika itu kami memang janjian ketemu. Dia (NR) jemput saya di dekat rumah. Kemudian kami menuju tempat kosnya," kata BN, Senin (12/3/2018).

Tiba di tempat kos tersebut, kata BN, sang kekasih mengajaknya untuk berhubungan layaknya suami istri. "Kami ini baru pacarannya. Dia mengaku masih kuliah. Saat dia ajak saya begitu, saya sempat tolak karena takut," tuturnya.



BN mengungkapkan, meski pun dirinya terus menolak, namu NR terus merayunya. Bahkan saat itu, NR meyakinkan akan bertanggung jawab dengan menikahinya.

Mendengar keseriusan NR, BN pun menjadi terbuai. Sehingga jalinan syahwat terlarang itu pun terjadi. "Usai kejadian itu, kami masih berhubungan baik. Tapi setelah beberapa hari, dia terus menghindar. Saat ini juga dia sudah tak merespon saya lagi dan saya sudah tidak tahu dia dimana. Saya cuma minta dia tanggung jawab, itu saja," imbuhnya.

Kasat Reskrim Polresta Palembang, Kompol Yon Edi Winara melalui Kasubag Humas, Iptu Syamsul Fikri membenarkan pihaknya telah menerima laporan korban. "Laporan korban akan kita limpahkan ke unit PPA untuk ditindaklanjuti," pungkasnya.
(nag)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak