alexametrics

5 Kontainer PT Pelni yang Disita Akhirnya Dibawa ke Mapolres Bintan

loading...
5 Kontainer PT Pelni yang Disita Akhirnya Dibawa ke Mapolres Bintan
Lima kontainer milik PT Pelni yang disita Polres Bintan akhirnya dibawa ke Mapolres Bintan. Foto Koran SINDO/Novel MS
A+ A-
BINTAN - Pelindo I Cabang Tanjungpinang selaku pengelola Pelabuhan Terminal Kargo dan Petikemas di Pelabuhan Sribayintan, Kijang, Bintan Timur menegaskan bahwa jumlah kontainer yang diamankan Polisi hanya berjumlah lima kontainer. Satu kontainer yang tersusun isinya kosong, fungsinya hanya sebagai penutup pintu kontainer.

"Kita susun enam sejak kemarin, sebagai penutup salah satu pintu bukaan kontainer, agar pintu tidak bisa dibuka lagi karena sudah dalam pengawasan pihak Kepolisian. Jadi satu kontainer yang kita susun itu isinya kosong, fungsinya hanya sebagai penutup pintu kontainer," ujar Kepala Perwakilan Pelindo I Cabang Tanjungpinang Pelabuhan Sribayintan Kijang, Khoiruddin Lubis di area Pelabuhan Sribayintan, Kijang, Bintan Timur, Rabu (7/3/2018).

Khoirudin menjelaskan, penagahan yang dilakukan pihak Kepolisan sudah berkoordinasi dengan pihak Pelindo dari jauh hari, sebelum akhirnya pada, Selasa kemarin 6 Maret 2018 dilakukan penyegelan oleh pihak Polres Bintan.



Dia menyampaikan, lima kontainer itu batal dinaikkan ke atas Kapal Pelni untuk diangkut keluar dari Pulau Bintan, karena adanya indikasi berisikan barang ilegal.

"Awalnya kita terima informasi dari pihak Reskrim Polsek Timur, untuk tidak menaikkan lima kontainer tersebut ke atas Kapal KM Duloronda, yang hendak berangkat. Lima kontainer itu sudah tiba dari kota Tanjugpinang, sejam sebelum kapal berangkat. Sehingga kita sebagai supporting jasa bongkar muat tidak menaikkan kontainer itu ke atas kapal," ujarnya.

Tidak hanya itu, mendapatkan larangan dari pihak Kepolisian setempat, pihaknya pun langsung menghubungi pihak Pelni bahwa kontainernya tidak bisa berangkat karena sudah berada dibawah pengawasan pihak Kepolisian.

Ia menambahkan pihaknya sendiri belum mengetahui pasti isi muatan kelima kontainer tersebut. Sebab, kewenangan pihak Pelindo hanya sebatas fasilitator atau supporting jasa bongkar muat barang di Pelabuhan Kijang yang dikelola Pelindo.

Namun ia memastikan bahwa peti kemas tersebut merupakan milik sendiri yakni PT Pelni, namun untuk isi barang bisa saja disewa oleh pihak lain.

"Dokumen yang diserahkan kepada kami hanya surat jalan, isinya full dan nomor kontainer saja. Soal muatannya apa bukan kewenangan kami," tegasnya.

Terpisah, Kepala Operasional Pelni Cabang Tanjungpinang, Putra menerangkan peti kemas milik Pelni yang disegel Polres Bintan merupakan peti kemas yang disewa pihak ketiga, melalui Koordinator Lapangan Pelni Pelabuhan Sribayintan, Kijang.

"Siang itu koordinator lapangan Pelni Pelabuhan Kijang, Ganda melaporkan kontainer milik Pelni akan digunakan untuk mengangkut barang dan saat itu pula saya arahkan agar dilakukan sesuai aturan dan prosedur," ujar Putra.

Ia mengartikan, prosedur yang dimaksud berupa pengorder kontainer harus mengisi dokumen sesuai dengan aturan yang berlaku. Namun tak lama, Ganda kembali meneleponnya dan memberitahukan jika kontainer tidak dibenarkan diangkut ke atas kapal, lantaran sudah ditahan Reskrim Polsek Bintan Timur.

"Kami tidak tahu saat itu alasan penahanannya, mungkin diduga barang ilegal. Syukurlah tak sampai naik ke kapal, kalau tidak pasti masalah buat Pelni," ujarnya.

Dia juga mengaku, tidak mengatahui isi muatan kontainer miliknya, sebab dokumen saat itu belum diterimanya. "Namun untuk tujuan barang akan di bawa ke Jakarta, oleh pengorder," pungkasnya.

Masih terkait hal itu, pihak Kepala Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai (KPPBC) Tipe Madya Pabean B Tanjungpinang, Sodikin menyampaikan pihaknya hingga saat ini belum mendapatkan informasi langsung dari pihak Kepolisan atas adanya tagahan barang ilegal yang ditangkap di Pelabuhan Kargo Sribayintan, Kijang.

Dia juga menegaskan, masuk dan keluarnya barang yang diduga ilegal itu tidak ada kaitannya dengan pihaknya.

"Sejauh ini belum ada koordinasi dengan kita dan belum ada kaitannya dengan kepabeanan," pungkasnya. Sementara pantauan di lapangan, lima kontainer akhirnya dipindahkan ke Mapolres Bintan.

Berdasarkan informasi yang didapat oleh Koran SINDO dari seorang sumber yang bisa di percaya, menyampaikan bahwa isi dari ke lima kontainer itu diduga minuman beralkohol sebanyak satu kontainer, alat kesehatan, garmen, kosmetik dan dan pakaian import.
(sms)
preload video
loading...
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak