Kabel Laut dari Batam Resmi Beroperasi, Kini Warga Pulau Buluh Bisa Nikmati Listrik 24 Jam
Jum'at, 29 Desember 2023 - 11:32 WIB
loading...
Warga Pulau Buluh di Kepulauan Riau kini bisa menikmati listrik 24 jam setelah adanya saluran kabel laut tegangan menengah 20 kV interkoneksi Batam-Pulau Buluh. Foto/Ist
A
A
A
PEKANBARU - Warga Pulau Buluh yang berada di Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) bisa menikmati pasokan listrik 24 jam. Kado istimewa akhir tahun didapatkan setelah saluran kabel laut tegangan menengah 20 kilovolt (kV) interkoneksi Batam-Pulau Buluh.
Program ini juga menjadi bagian dari Program Dedieselisasi untuk menonaktifkan pembangkit listrik tenaga diesel (PLTD) yang sebelumnya menjadi sumber pasokan listrik di Pulau Buluh.
Baca juga: Dipasangi Kabel Bawah Laut, Listrik di Pulau Lae-lae Tersedia 24 Jam
General Manager PLN Unit Induk Distribusi Riau dan Kepulauan Riau, Agung Murdifi menjelaskan, pasokan listrik yang sebelumnya disuplai dari PLTD kini telah beralih kepada pasokan dari sistem grid yang lebih andal dan berkualitas.
“Dengan sistem interkoneksi ini semakin mantap untuk menonaktifkan pembangkit listrik berbahan bakar minyak yang ada di Pulau Buluh. Pengoperasian sistem ini sejalan dengan komitmen kami dalam mendukung program net zero emissions pada tahun 2060 mendatang,” ujar Agung, Jumat (29/12/2023).
Agung menambahkan, pengoperasian kabel laut ini diharapkan tak hanya mampu meningkatkan keandalan listrik, tetapi juga mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat Pulau Buluh.
Program ini juga menjadi bagian dari Program Dedieselisasi untuk menonaktifkan pembangkit listrik tenaga diesel (PLTD) yang sebelumnya menjadi sumber pasokan listrik di Pulau Buluh.
Baca juga: Dipasangi Kabel Bawah Laut, Listrik di Pulau Lae-lae Tersedia 24 Jam
General Manager PLN Unit Induk Distribusi Riau dan Kepulauan Riau, Agung Murdifi menjelaskan, pasokan listrik yang sebelumnya disuplai dari PLTD kini telah beralih kepada pasokan dari sistem grid yang lebih andal dan berkualitas.
“Dengan sistem interkoneksi ini semakin mantap untuk menonaktifkan pembangkit listrik berbahan bakar minyak yang ada di Pulau Buluh. Pengoperasian sistem ini sejalan dengan komitmen kami dalam mendukung program net zero emissions pada tahun 2060 mendatang,” ujar Agung, Jumat (29/12/2023).
Agung menambahkan, pengoperasian kabel laut ini diharapkan tak hanya mampu meningkatkan keandalan listrik, tetapi juga mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat Pulau Buluh.
Lihat Juga :