alexametrics

Puluhan Tahun Terisolasi, Kecamatan Saguling Kebut Bangun Infrastruktur

loading...
Puluhan Tahun Terisolasi, Kecamatan Saguling Kebut Bangun Infrastruktur
Pengendara motor sedang melintas di salah satu ruas jalan di Kecamatan Saguling, KBB, yang kondisinya masih rusak karena belum tersentuh perbaikan pascapemekaran dari Kecamatan Batujajar tujuh tahun silam. Koran SINDO/Adi Haryanto
A+ A-
BANDUNG BARAT - Sempat terisolasi puluhan tahun akibat genangan waduk Saguling, kini pembangunan infrastruktur di Kecamatan Saguling, Kabupaten Bandung Barat (KBB), terus digenjot.

Hal tersebut untuk mengejar ketertinggalan dari 15 kecamatan lainnya yang sudah lama terbentuk di KBB, agar kecamatan yang diresmikan pada Oktober 2011 ini pembangunannya bisa sejajar.

"Kecamatan Saguling adalah kecamatan termuda di KBB. Melalui bantuan pemerintah daerah dan CSR perusahaan, saat ini kami sedang fokus membangun infrastruktur khususnya jalan," kata Camat Saguling Asep Jarkasih, Senin (26/2/2018).



Asep mengatakan, jalan menjadi penting karena wilayahnya menjadi daerah penghubung terdekat dari Ibu Kota KBB di Ngamprah ke empat kecamatan yang ada di selatan KBB.

Dari total panjang jalan 16,6 km yang melintas Desa Bojonghaleang, Cikande, Cipangeran, Saguling, Girimukti, dan Desa Jati, yang baru tergarap sekitar 70%. Sisanya sekitar 4,4 km sedang dilakukan perbaikan dan 1,3 km belum tergarap.

"Kami juga mengajukan bantuan melalui Musrembang ke Pemprov Jabar untuk pelebaran jalan menjadi lima meter. Sebab yang sekarang lebarnya hanya tiga meter sehingga ketika ada kendaraan papasan sulit," ucapnya.

Termasuk juga pembangunan kantor kecamatan yang baru dibangun dan belum selesai sepenuhnya. Seperti jalan masuk ke kantor kecamatan yang masih tanah, tempat upacara, plaza kecamatan, gedung olahraga, lampu penerangan jalan umum (PJU), dan sarana prasarana pendukung perkantoran lainnya.

Dirinya optimistis dengan percepatan pembangunan infrastruktur maka perekonomian 30.685 warganya yang tersebar di 186 RT dan 53 RW bakal terangkat. Apalagi wilayahnya yang memiliki luas 3.205 hektare ini kaya akan hasil pertanian seperti jagung dan perikanan yang biasa dijual ke Bandung atau Jakarta.

"Dulu kalau mau jual hasil pertanian ke kota butuh waktu 2-3 jam, tapi kalau jalan sudah bagus perjalanan bisa kurang dari satu jam," sebutnya.
(nag)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak