alexametrics

CERITA PAGI

Kisah Karomah Syekh Makhdum Wali

loading...
Kisah Karomah Syekh Makhdum Wali
Makam Syekh Makhdum Wali. Foto Istimewa
A+ A-
Syekh Makhdum Wali adalah salah seorang bangsawan dan ulama yang ditunjuk Sultan Demak Raden Patah untuk menyiarkan Islam di wilayah Kadipaten Pasir Luhur (sekarang Banyumas). Kala itu Raden Patah meminta agar siar Islam dilakukan dengan dakwah dengan damai tanpa peperangan.

Kawasan Kadipaten Pasir Luhur kala itu belum termasuk dalam wilayah Demak. Konon Pasir Luhur wilayahnya mulai dari Gunung Sindoro Sumbing sebagai batas sebelah timur sampai dengan Sungai Citarum sebagai batas sebelah barat.

Kadipaten Pasir Luhur saat itu di bawah pimpinan Adipati Raden Banyak Blanak dengan patihnya bernama Wirakecana atau Raden Banyak Glek atau Banyak Geleh. Mereka adalah kakak beradik.



Setelah mendapat perintah tersebut konon dengan kesaktiannya Syekh Makhdum Wali kemudian melakukan kontak batin dengan Raden Banyak Blanak yang saat itu sedang bersembahyang di sanggar pemujaan. Dalam kesempatan itu Syekh Makhdum Wali menerangkan soal Islam kepada sang Adipati.

Setelah kontak batin itu Raden Banyak Blanak memanggil Patih Wirakencana. Sang Adipati menyampaikan hal tersebut ke Wirakencana. Keduanya sepakat menerima kehadiran Syekh Makhdum Wali .

Kemudian Syekh Makhdum Wali menemui secara langsung Adipati Pasir Luhur tersebut Kehadiran Syekh Makhdum Wali di Pasir Luhur disambut baik oleh Adipati Banyak Blanak dan patih Wirakencana. Keduanya pun akhirnya mendapat hidayah dengan masuk Islam dan menjadi murid Syekh Makhdum Wali.

Syekh Makhdum Wali dan Adipati Banyak Blanak akhirnya mengislamkan dari Pati sampai dengan Citarum. Karena jasanya Adipati Banyak Blanak diberi gelar Pangeran Senopati Mangkubumi I oleh Sultan Demak. Selain itu, Pasir Luhur dibebaskan dari pajak setiap tahunnya, diberi Mustaka Masjid, dan diberi seribu pikul jebuk wangi (jambe).

Namun saat Demak berganti pemerintahan di bawah Sultan Trenggana, putra Adipati Banyak Blanak, Banyak Thole keluar dari Islam dan mengubur hidup-hidup ayahnya Raden Banyak Blanak ketika sakit keras. Banyak Thole pun berseberangan dengan patih Banyak Geleh (pamannya). Banyak Thole kemudian memberontak kepada Sultan Trenggana. Banyak Thole pun mengirimkan pasukan untuk menyerang Demak.

Namun Banyak Geleh yang juga murid Syekh Makhdum Wali menyatakan kesetiaannya terhadap Demak. Atas bantuan Syekh Makhdum Wali, Banyak Geleh atau Wirakencana bisa mengalahkan pasukan Banyak Thole. Namun Banyak Thole berhasil melarikan diri.
Karena Jasanya Banyak Geleh atau Wirakencana dinobatkan sebagai Adipati dan diberi gelar Pangeran Mangkubumi II oleh Sultan Trenggana.
halaman ke-1 dari 2
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak