alexametrics

Jangan Ada Permainan, Hukum Mati Penyelundup Narkoba

loading...
Jangan Ada Permainan, Hukum Mati Penyelundup Narkoba
Ketua Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Bambang Soesatyo dan Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto.Foto/Istimewa
A+ A-
JAKARTA - Ketua Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Bambang Soesatyo meminta jangan ada lagi permainan-permainan yang melemahkan kepercayaan masyarakat pada penegakan hukum terkait pemberantasan narkoba. Tindakan tegas perlu dilakukan dengan menghukum mati pelaku penyelundupan narkoba karena dipandang telah melakukan kejahatan kemanusiaan.

Politisi yang kerap disapa Bamsoet ini menekankan narkoba adalah kejahatan kemanusiaan yang tidak perlu di toleransi. Ia menyebutkan penangkapan kapal Sunsrise Glory berbendera Singapura yang melakukan penyelundupan satu ton sabu-sabu di kawasan Batam, Kepri, membuktikan Indonesia sebagai pasar besar peredaran narkoba.

Bamsoet yang hari ini melakukan kunjungan Batam bersama Panglima TNI, Kepala BNN dan Kabareskrim Polri, Pimpinan DPR mengapresiasi adanya kerja sama di lapangan dalam memburu para penyelundup kakap berkewarganegaraan Taiwan tersebut. Menurutnya satu ton lebih jenis shabu yang berhasil disita tersebut diperkirakan dapat merusak setidaknya 5 juta anak-anak bangsa kita.

“Sebagai pimpinan DPR RI saya berpendapat, tidak ada kata lain kecuali sebuah tindakan tegas yang harus dilakukan oleh negara. Yakni, tenggelamkan kapal tersebut dan hukum mati pelakunya,” tegas Bamsoet.



Mantan Ketua Komisi III DPR ini mengingatkan pemerintah, khususnya penerintah daerah tak menganggap enteng peredaran narkoba. Pencegahan, khususnya di kalangan generasi muda mutlak dilakukan karena oleh semua pihak karena ancaman narkoba sudah di depan mata.

“BNN, Polri, TNI tidak akan bisa sendirian. Intinya, ini adalah tanggungjawab kita bersama. Dan nyatakanlah mulai hari ini, perang terhadap narkoba!” kata Bamsoet.

Lebih jauh ia berpesan aparat penegak hukum agar bekerja lebih profesional lagi dengan sinergitas yang tak hanya di level pimpinan, namun hingga ke tataran pelakasana. “Kerja sama mutlak dilakukan karena resource yang ada pada masing-masing institusi akan dapat saling melengkapi,” tandasnya.
(wib)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak