alexametrics

Jelang Pilkada Serentak di Kalteng, TNI-POLRI Gelar Latihan Bersama

loading...
Jelang Pilkada Serentak di Kalteng, TNI-POLRI Gelar Latihan Bersama
Personel Polres Kotawaringin Barat dan Kompi B Raider Batalion 631 Antang latihan bersama di kawasan Sport Center Stadion Sampuraga Baru, Kota Pangakalan Bun, Kabupaten Kotawaringin Barat, Kalteng, Kamis 8 Februari 2018.iNewsTV/Sigit Dzakwan
A+ A-
KOTAWARINGIN BARAT - Puluhan personel dari Polres Kotawaringin Barat dan Kompi B Raider Batalion 631 Antang latihan bersama di kawasan Sport Center Stadion Sampuraga Baru, Kota Pangakalan Bun, Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar), Kalimantan Tengah (Kalteng), Kamis 8 Februari 2018.

Kegiatan ini merupakan tindak lanjut dari pertemuan antara Polda dan Dandrem beberapa waktu lalu, terkait kemitraan dan sinergitas antara TNI-Polri sekaligus untuk persiapan pengaman pilkada serentak di Kalimantan Tengah. Latihan bersama dipimpin  Kasat Sabhara Polres Kobar AKP Agus Priyowibowo.

Agus mangatakan, materi latihan yang diberikan adalah cara melaksanakan gerakan dasar saat pengamanan dan gerakan aplikasi pada saat mengendalikan masa (dalmas) serta saat terjadi kericuhan maupun situasi lain yang mengacam keamanan. "Untuk latihan gerakan dasar dalmas, ada dua macam, yaitu gerakan dasar awal dan gerakan dalmas lanjut," ujarnya, Jumat (9/2/2018).

Dia menjelaskan, penerapan fungsinya di lapangan, untuk gerakan dasar dalmas awal digunakan pada saat aksi damai. Seperti mengawal kegitan unjuk rasa damai dengan perlengkapan awal hanya seragam dinas dan tali dalmas. "Kemudian, jika eskalasi meningkat kita gunakan dalmas lanjut , jika situasi eskalasi sudah meningkat maka menggunakan peralatan dalmas lengkap," sebutnya.

Selain teknik pengamanan, dalam latihan bersama kali ini, pesonel juga dipekenalkan dengan sejumlah senjata yang digunakan untuk mengendalikan masa, temasuk memperkenalkan kendaraan taktis (Rantis) jenis Armoured Water Cannon (AWC). "Kami juga ada pengenalan beberapa jenis senja dalmas untuk membubarkan masa jika terjadi hal-hal yang tidak diinginkan seperti aksi anarkis dalam kegiatan tertentu seperti ujuk rasa,” katanya

Di antara senjata yang dikenakan adalah cara penggunaan Flash ball (gas air mata). Penggunaan flash ball hanya pada saat tertentu jika eskalasi masa meningkat pada pelaksanan unjuk rasa seperti rusuh, anarkis, dan membuat onar dengan pertimbangan untuk keselamatan orang banyak dan petugas, masyarakat, maupun massa itu sendiri.
(wib)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak