alexametrics

Terjaring Razia Satpol PP, Sepasang Pelajar Kediri Simpan Video Mesum Pribadi

loading...
Terjaring Razia Satpol PP, Sepasang Pelajar Kediri Simpan Video Mesum Pribadi
Razia pelajar yang digelar petugas Satpol PP Kota Kediri mendapatkan hasil mengejutkan. Saat menangkap pelajar SMA yang bolos di warung kopi, petugas Satpol PP menemukan video dan foto adegan mesum dengan kekasihnya.Ilustrasi/SINDOnews
A+ A-
KEDIRI - Razia pelajar yang digelar petugas Satpol PP Kota Kediri mendapatkan hasil mengejutkan. Saat menangkap pelajar SMA yang bolos di warung kopi, petugas Satpol PP menemukan video dan foto adegan mesum dengan kekasihnya.

"Yang bersangkutan mengakui semuanya (aktor video mesum). Katanya mereka sudah dua tahun berpacaran, "ujar Kanitrantib Satpol PP Kota Kediri Nurkamid kepada wartawan, Kamis (8/2/2018).

Adegan tak senonoh itu direkam di sebuah kamar di rumah saat keadaan sepi. Video lain dibikin di sebuah warung kopi, yakni kedai kecil di pinggir sungai Brantas. Selain video, petugas juga menemukan sejumlah file foto syur si "aktris". Kepada petugas, pelajar berinisial NDK ini mengatakan wanita (dalam video) itu kekasihnya.



“Video dan foto syur itu dibuat untuk konsumsi pribadi, yakni sebagai kenang-kenangan. Sejauh ini keduanya mengaku menyimpan rapat-rapat video dan foto mesum tersebut,” kata Nurkamid.

Kemudian Satpol PP menghadirkan pihak sekolah, orangtua bersangkutan, dan siswi pemeran video syur. Temuan ini, kata Nurkhamid, seyogianya jadi perhatian serius warga Kota Kediri, khususnya para orang tua. "Kasus ini ibarat gunung es yang seyogyanya menjadi perhatian kita semua," jelasnya.

Persoalan video syur pelajar ini langsung dilimpahkan kepada Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kota Kediri. Mutakalim selaku Kabid Perlindungan berharap setelah kejadian ini komunikasi sekolah dan orangtua lebih intensif.

Para pelajar bersangkutan kata dia memiliki hak melanjutkan sekolah dengan aman dan nyaman. Keduanya juga harus terbebas dari ancaman perundungan (bully) di lingkungan sekolah. "Termasuk guru di sekolah tidak boleh lagi menanyakan masalah ini. Apalagi pertanyaan yang memancing bully," ujarnya.

Dalam kasus ini polisi juga telah melakukan penyelidikan dan sudah memintai keterangan kedua pelajar bersangkutan. Namun apa pun itu, Mutakalim berharap kedua pelajar tetap berkesempatan mendapatkan masa depanya. "Sebab mereka masih pelajar yang berhak mendapatkan masa depan seperti yang lain," pungkasnya.
(wib)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak