alexametrics

Aturan Seketat Apa Pun Tak Mampu Bendung Hoax di Pilkada

loading...
Aturan Seketat Apa Pun Tak Mampu Bendung Hoax di Pilkada
Ilustrasi/SINDOnews
A+ A-
JAKARTA - Sekjen Partai Perindo Ahmad Rofiq menilai hoax di pemilihan kepala daerah (pilkada) sulit dibendung. Bahkan, aturan ketat yang dibuat penyelenggara pemilu, Komisi Pemilihan Umum (KPU) dan Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu), diyakini tak mampu mengatasinya.

"Seketat apa pun aturan yang dibuat dan dijalankan oleh Bawaslu maupun KPU, tetap tidak bisa membendung," ujar Ahmad Rofiq dalam diskusi Weekly Forum bertema Pilkada Tanpa Hoax dan Launching Kanal Pilkada Serentak 2018 Sindonews.com di Gedung SINDO, Jakarta, Kamis (8/2/2018).

Pendapat tersebut disampaikannya bukan karena merasa pesimistis, melainkan realita yang terjadi selama ini. "Siapa sih yang bisa melokalisir hoax? Siapa sih yang bisa meminimalisir hoax? Enggak bisa."



Bahkan, upaya memperketat penggunaan akun media sosial pun dianggapnya tak bisa. "Bagi saya, satu akun atau 1.000 akun, tetap saja," katanya.

Lagipula, kata Rofiq, penyelenggara pemilu hanya bisa memantau akun media sosial yang resmi. Sementara para peserta terkadang menggunakan akun media sosial yang tidak resmi untuk menjatuhkan lawannya. "Akun para pendukung yang liar-liar ini itu kan tidak bisa dibatasi," ujarnya.
(zik)
preload video
loading...
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak