alexametrics

Jelang Pilkada Serentak, Polda Sumsel Maksimalkan Pengamanan

loading...
Jelang Pilkada Serentak, Polda Sumsel Maksimalkan Pengamanan
Kapolda Sumsel, Irjen Pol Zulkarnain Adinegara. SINDOnews/Die
A+ A-
PALEMBANG - Polda Sumatera Selatan (Sumsel) dan Polresta Palembang beserta jajaran TNI mau pun unsur terkait lainnya terus melakukan persiapan pengamanan menjelang Pilkada serentak 2018 di Sumsel. Bahkan, simulasi pun dilakukan agar pengamanan Pilkada serentak nantinya berjalan dengan maksimal.

Kapolda Sumsel Irjen Pol Zulkarnain Adinegara mengatakan, langkah tersebut dilakukan sebagai wujud sinergitas Polri dan TNI maupun pemerintah dalam mensukseskan Pilkada Sumsel.

"Ini bentuk kesiapan kami dalam mengantisipasi gangguan keamanan ketika Pilkada nanti," kata Zulkarnain usai kegiatan simulasi pengamanan Pilkada, di Gelora Sriwijaya Jakabaring, Palembang, Rabu (7/2/2018).



Provinsi Sumsel maupun empat kota dan lima kabupaten di dalamnya, diketahui memang akan menggelar Pilkada serentak tersebut. Hal itu tentunya membutuhkan kesiapan aparat untuk melakukan pengamanan.

Zulkarnain menyebut, kesuksesan Pilkada ini bukan hanya tergantung dari kesiapan tim pengamanan seperti TNI maupun Polri. Namun, delapan stickholder yang terlibat dalam Pilkada tersebut juga sangat menentukan.

"Diantaranya penyelenggara. Penyelenggara yang transparan dan adil menentukan kesuksesan Pilkada. Jika hal itu tidak dilakukan, maka itu bisa berpotensi konflik," jelasnya.

Tim pengawas, pasangan calon, tim sukses, dan masa pendukung juga memberikan kontribusi terhadap jalannya Pilkada. "Media massa sangat berkontribusi besar untuk kesuksesan Pilkada ini," jelasnya.

Kendati sudah melakukan perisiapan pengamanan yang matang, Zulkarnain menegaskan, pihaknya juga tetap menyoroti beberapa daerah di Sumsel yang rawan akan konflik.

Seperti di Kota Pagaralam, Lubuklinggau, dan Kabupaten Empat Lawang. "Namun daerah yang kami kategorikan aman tetap dipantau. Sebab, ada beberapa TPS yang jauh dari jangkauan transportasi kerap terjadi konflik," pungkasnya.
(nag)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak