alexametrics

Tekan Volume Sampah di Sungai, Pemkot Palembang Lakukan Ini

loading...
Tekan Volume Sampah di Sungai, Pemkot Palembang Lakukan Ini
Tahun 2018 ini, volume sampah di aliran anak Sungai Musi, Palembang, Sumatera Selatan, mencapai 70 meter kubuk setiap harinya. Kondisi ini menurun dibanding tahun-tahun sebelumnya. Foto/SINDOnews/Die Haryanto
A+ A-
PALEMBANG - Tahun 2018 ini, volume sampah di aliran anak Sungai Musi, Palembang, Sumatera Selatan, mencapai 70 meter kubuk setiap harinya. Kondisi ini menurun dibanding tahun-tahun sebelumnya.

"Sampah yang diangkut sekarang hanya 70 meter/kubik per hari. Sudah menurun dari tahun 2014 lalu. Karena sekarang masyarakat sudah sadar, apalagi ada kegiatan gotong royong," kata Kepala Dinas Pekerjaan Umum (PU) dan Penataan Ulang Kota Palembang Bastari, Senin (5/2/2018).

Meski jumlah tersebut lebih rendah dibanding beberapa tahun lalu yang mencapai 1.200 meter kubik per harinya, dia mengaku Pemerintah Kota (Pemkot) Palembang masih terus melakukan restorasi dan revitalisasi aliran anak Sungai Musi guna menekan angka sampah di sungai.



Hanya saja, restorasi dan revitalisasi tersebut memang membutuhkan biaya yang besar. Berkaca dari restorasi dan revitalisasi tahap awal di Sungai Sekanak, Pemkot Palembang menghabiskan anggaran sebesar Rp7,5 miliar.

Selain itu, saat ini tercatat ada 86 anak Sungai Musi yang ada di Palembang. Puluhan anak sungai tersebut dirancanakan dilakukan restorasi secara bertahap.

"Ada empat anak Sungai Musi yang akan diprioritaskan restorasi, yakni Sungai Sekanak di Kecamatan Ilir Barat (IB) II Palembang, Sungai Lambidaro di kawasan Gandus Palembang, Sungai Bendung di kawasan Sekip Palembang, dan Sungai Buah di Kecamatan Ilir Timur (IT) II Palembang," tuturnya.

Untuk empat anak sungai yang menjadi prioritas restorasi tersebut dijadwalkan akan dilakukan sistem lelang pada April 2018. "Kita akan meminta bantuan ke Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumsel, pemerintah pusat, dan melalui Corporate Social Responsibility (CSR) perusahaan. Sekarang sedang proses desain," ujarnya.

Untuk mempermudah proses restorasi dan relokasi, Pemkot Palembang akan melakukan pembebasan lahan di tepian sungai sepanjang 7 meter.

"Dana restorasi ini pun berbeda-beda. Yang besar di Sungai Buah karena jalan inspeksi tidak ada, bangunan di sekitar situ juga mepet dengan sungai. Jalan harus dibebaskan, bangunannya harus dibongkar," tegasnya.

"Itu salah satu upaya untuk meningkatkan perekonomian. Tentu anak sungai yang sudah dilakukan restorasi akan dijadikan destinasi wisata," pungkasnya.
(zik)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak