Semangat Gapoktan Baniara - Samosir Garap Kentang dan Ubijalar

Minggu, 09 Agustus 2020 - 15:30 WIB
loading...
Semangat Gapoktan Baniara...
Kepala Badan Ketahanan Pangan (BKP) Kementerian Pertanian Agung Hendriadi, saat melakukan panen kentang di Desa Partungkot Naginjang, Kecamatan Harian Kabupaten Samosir, Jumat (7/8/2020).
A A A
SAMOSIR - Gapoktan Baniara asal Kabupaten Samosir, Sumatera Utara berhasil mengembangkan budidaya kentang dan ubi jalar yang merupakan hasil dari program Pengembangan Korporasi Usahatani (PKU) Kementerian Pertanian.

“Kami sangat senang dan berterima kasih kepada petani disini, bahwa kegiatan pemberdayaan masyarakat sudah ada hasilnya," ujar Kepala Badan Ketahanan Pangan (BKP) Kementerian Pertanian Agung Hendriadi, saat melakukan panen kentang di Desa Partungkot Naginjang, Kecamatan Harian Kabupaten Samosir, Jum'at (7/8/2020).

Kegiatan panen kentang pada areal 5 hektar milik Gapoktan Baniara ini dihadiri Bupati Samosir, Rapidin Simbolon, Kepala Pusat Ketersediaan dan Kerawanan, Pangan Andriko Noto Susanto.

Untuk meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan petani, sejak 2019 BKP melakukan PKU di 13 lokasi pada 12 provinsi. Kegiatan ini dilakukan dari hulu hingga hilir oleh petani, sehingga memberikan nilai tambah produk yang dihasilkan. Gapoktan Baniara terdiri dari 5 kelompok. Selain mengusahakan budidaya kentang dan ubi jalar, mereka juga melakukan penanaman, pengolahan dan pemasarannya.

Menurut Ketua Gapoktan Baniara Rajin Sinaga, selisih harga jual sangat menguntungkan. Kentang segar dijual sekilo dihargai Rp 6.800 per kilo tetapi jika diolah dari 4 kg kentang segar dihasilkan 1 kilo kripik kentang atau menjadi 10 bungkus dengan harga jual per bungkus Rp. 15.000.

Begitu juga dengan ubijalar. Kalau yang mentah hanya Rp 1.500/kg, setelah diolah dari 10 kg ubijalar dihasilkan kripik 40 bungkus dengan harga jual Rp 5.000/bungkus."Jadi, program PKU ini banyak sekali manfaatnya. Karena pendapatan kami jadi meningkat," ujar Rajin Sinaga.

Menurut Agung, kegiatan PKU sangat strategis untuk meningkatkan kesejahteraan petani. "Kalau petani sejahtera, tentu mampu mencukupi kebutuhan pangannya, sehingga tidak ada lagi kerentanan pangan. Dan desa ini pun nantinya bisa menjadi desa tahan pangan," jelas Agung.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Rawan Jadi Klaster Baru,...
Rawan Jadi Klaster Baru, Pedagang Pasar Horas Ditest Swab
Rekomendasi
Trump: Pasukan AS Segera...
Trump: Pasukan AS Segera Serang Lokasi Gunung Pickaxe Iran dengan Sangat Hebat
DJP Gandeng Babinsa...
DJP Gandeng Babinsa dan Bhabinkamtibmas Awasi Pajak: Hanya Pendamping, Tak Perlu Khawatir
Akademisi UI: Indonesia...
Akademisi UI: Indonesia Perlu Regulasi Atasi Ancaman Spionase dan Siber
Berita Terkini
Korban Terakhir Ledakan...
Korban Terakhir Ledakan Gas di Rumah Mewah di Medan Ditemukan Meninggal, Operasi SAR Ditutup
Punya KTP DKI dan Beli...
Punya KTP DKI dan Beli Rumah Pertama? Ini Syarat Dapat Diskon BPHTB 50 Persen
Polda Metro Jaya Bakal...
Polda Metro Jaya Bakal Panggil Hotman Paris Usai Dilaporkan PWI
APDSI dan PPPK Aksi...
APDSI dan PPPK Aksi Damai, Tuntut Pemenuhan Hak serta Gaji ke-13
Ketahanan Pangan Nasional,...
Ketahanan Pangan Nasional, Nestl Salurkan 90 Sapi Perah Impor di Jatim
PASTI Indonesia Desak...
PASTI Indonesia Desak Polda Kalsel Hentikan Kasus Babe Aldo dan Ditangani Bareskrim
Infografis
Bagher Ghalibaf, Negosiator...
Bagher Ghalibaf, Negosiator Iran dan Tangan Kanan Mojtaba yang Mampu Tundukkan AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved