alexametrics

Sepanjang Januari, 2 Kasus Gigitan Anjing Terjadi di Lubuklinggau

loading...
Sepanjang Januari, 2 Kasus Gigitan Anjing Terjadi di Lubuklinggau
Ilustrasi anjing liar. Foto/Dok SINDOnews
A+ A-
LUBUKLINGGAU - Sejak awal Januari 2018 lalu, sedikitnya terjadi dua kasus gigitan anjing yang dialami masyarakat Kota Lubuklinggau, Sumatera Selatan. Hal itu berdasarkan data yang tercatat di Dinas Kesehatan (Dinkes) Lubuklinggau.

"Sejauh ini baru dua kasus gigitan anjing yang terjadi," ujar Kasi Pemberantasan Penyakit Menular (P2M) Dinkes Lubuklinggau, Devid, saat dihubungi, Sabtu (27/1/2018).

Dari dua kasus itu, sambung Devid, semuanya tidak menunjukkan gejala rabies. Kendati begitu, pihaknya terus memberikan vaksinasi rutin kepada korban gigigan anjing tersebut.



"Itu (vaksinasi) diberikan secara empat interval. Hal tersebut dilakukan tergantung dengan luka gigitan. Kalau biasa, maka lukanya dibersihkan lalu diberi antiseptik. Sedangkan kalau luka robek, maka dijahit. Itu perlu, selain dibersihkan, kita beri vaksin rabies juga," ungkapnya.

Sementara itu, Kasi Kesehatan Hewan Dinas Pertanian Lubuklinggau, Hardianto mengatakan, selama ini pihaknya selalu melakukan penanganan terhadap hewan pembawa rabies (HPR), termasuk anjing.

Bahkan setiap bulan, petugas kesehatan hewan secara rutin setiap bulan melaksanakan vaksin terhadap HPR di rumah-rumah warga. Hanya saja, pertugas kadang terkendala lantaran pemilik HPR kurang proaktif untuk memberikan vaksin hewan kesayangannya.

"Saat kita datang, anjingnya justru dilepas. Jadi kita kesulitan untuk memberikan vaksin. Ketika sudah digigit, mereka menyalahkan kami," bebernya.

Hingga saat ini, lanjut Hardi, tercatat baru 60% pemilik HPR yang aktif melakukan vaksin ke hewan peliharaannya. Sedangkan sisanya dianggap tidak proaktif.
(rhs)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak