alexametrics

Diduga Menculik Anak, Polrestabes Surabaya Bekuk Pria Bertato

loading...
Diduga Menculik Anak, Polrestabes Surabaya Bekuk Pria Bertato
Polrestabes Surabaya membekuk terduga penculik anak Ahmad Wahyudi di rumah kos, Jalan Karangan Gang 4, Surabaya, Jawa Timur.Koran SINDO/Lukman Hakim
A+ A-
SURABAYA - Polrestabes Surabaya membekuk terduga penculik anak, Ahmad Wahyudi di rumah kos, Jalan Karangan Gang 4, Surabaya, Jawa Timur. Pria berusia 33 tahun ini diduga sebagai pelaku penculikan anak berinisial SR, warga asal Manyar Kabupaten Gresik.

Kepala Polrestabes Surabaya Kombes Pol Rudi Setiawan berterima kasih pada masyarakat yang memberikan laporan sehingga kasus penculikan anak ini terungkap. “SR yang menjadi korbannya juga ditemukan polisi di rumah kos pelaku,” katanya, Kamis (18/1/2018).

Diketahui, korban yang masih berusia 5 tahun ini dilaporkan hilang oleh ibunya, Siti Musharifah, pada 16 Januari 2018. Korban diduga diculik seorang pria bertato pada 16 Januari lalu. Pria yang lengan kirinya penuh tato dikenal Siti di atas bus yang berangkat dari Terminal Osowilangon, Surabaya. Mereka sama-sama turun di Kantor BRI Life Jalan Dr Soetomo Surabaya.



Saat itu, di kantor BRI Life Jalan Dr Soetomo, Siti sedang mengurus asuransi pendidikan buat putri ketiganya itu. Meski baru kenal, ibu korban percaya dengan pelaku dan menitipkan SR saat mengurus berkas asuransi. Tanpa disadari, SR dibawa kabur pelaku. “Sampai saat ini kami melakukan pendalaman atas perkara ini," imbuh Rudi.

Dihadapan penyidik, pelaku mengaku tergoda menculik SR karena ingin memilikinya. Pria asal Sidoarjo, yang sehari-harinya bekerja sebagai sopir tangki air itu mengaku sedang berpisah dengan istrinya. Dia sendiri memiliki anak seusia SR yang dibawa oleh istrinya tersebut. “Selama membawa SR, saya tidak pernah meminta sejumlah uang untuk tebusan. Saya hanya ingin mengajaknya (SR) jalan-jalan,” kata Ahmad.
(wib)
preload video
loading...
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak